JAMBI – Wali Kota Jambi Maulana memberikan tali asih kepada para relawan Gerakan Ayo Mengaji Kota Jambi menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi pemerintah kota untuk menerima laporan perkembangan program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an yang dijalankan para relawan.
Maulana mengatakan, pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang evaluasi atas kegiatan yang telah dilaksanakan oleh relawan Gerakan Ayo Mengaji di sejumlah sekolah. Saat ini, program tersebut telah menjangkau 12 dari total 26 SMP di Kota Jambi.
“Dari hasil laporan yang kami terima, sekitar 48,4 persen siswa masih berada pada tahap Iqro 1 dan Iqro 2. Ini menjadi perhatian penting bagi kita semua untuk berintegrasi dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an sekaligus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an bagi generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, ke depan pemerintah kota akan merumuskan formulasi yang tepat agar program tersebut dapat berjalan lebih optimal.
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah menjadikannya sebagai bagian dari muatan lokal pendidikan yang dipadukan dengan nilai-nilai adat dan budaya daerah.
Maulana menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an sekaligus membekali generasi muda dengan pondasi keimanan yang kuat.
Ia juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sejak dini melalui program Gerakan Ayo Mengaji yang dinilai sejalan dengan cita-cita membangun masyarakat berakhlakul karimah.
“Mewujudkan masyarakat Kota Jambi yang berakhlak dan berbudaya merupakan salah satu program prioritas dalam membangun Kota Jambi Bahagia. Karena itu, hal ini menjadi tanggung jawab besar bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan kebijakan dan langkah-langkah strategis,” katanya.
Maulana juga mengapresiasi peluncuran program Gerakan Ayo Mengaji sebagai langkah strategis dalam upaya pemberantasan buta aksara Al-Qur’an di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), khususnya SMP Negeri di Kota Jambi.
Program tersebut diharapkan mampu membangkitkan semangat generasi muda, terutama remaja berusia 12 hingga 15 tahun, untuk mempelajari dan mencintai Al-Qur’an pada masa pencarian jati diri mereka.
“Ke depan kami berharap tidak ada lagi siswa SMP Negeri di Kota Jambi yang tidak mampu membaca Al-Qur’an. Untuk itu saya mengimbau kepada seluruh kepala sekolah agar meningkatkan dukungan fasilitas pembelajaran, khususnya bagi guru tahfidz dan guru agama, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Gerakan Ayo Mengaji (Gerami) Kota Jambi, Hj Masturo, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Jambi yang terus berkolaborasi dengan Gerami dalam upaya mewujudkan generasi masa depan yang berakhlakul karimah serta memberantas buta aksara Al-Qur’an di Kota Jambi.
Ia menjelaskan, Gerami merupakan gerakan yang bertujuan memberantas buta aksara Al-Qur’an yang awalnya menyasar kalangan ibu-ibu sejak didirikan pada tahun 2019.
Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan Gerami, dari total 4.612 siswa di tingkat SMP Negeri di Kota Jambi, sekitar 51 persen belum mampu membaca Al-Qur’an, 31 persen masih dalam tahap mengeja, dan sisanya telah mampu membaca serta memahami Al-Qur’an.
Melalui Gerakan Ayo Mengaji, diharapkan program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Jambi dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan karakter Islami, sehingga mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.














