JAMBI – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Kota Jambi memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban. Rabu (20/5) pagi, petugas kesehatan hewan dilepas langsung oleh Wali Kota Jambi, Maulana, bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha guna memastikan hewan kurban yang masuk ke Kota Jambi dalam kondisi sehat dan layak dipotong.
Petugas yang diterjunkan tahun ini berasal dari berbagai unsur, mulai dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, mahasiswa, hingga tenaga kesehatan hewan lainnya. Mereka akan melakukan pemeriksaan di kandang penampungan, lapak penjualan, hingga lokasi pemotongan hewan kurban yang tersebar di seluruh wilayah Kota Jambi.
Dalam arahannya, Maulana menegaskan kebutuhan hewan kurban di Kota Jambi terus meningkat setiap tahun. Karena itu, pengawasan kesehatan hewan harus dilakukan secara maksimal.
“Karena tahun ini ada sekitar 4.500 hewan kurban, semuanya harus dipastikan sehat. Pemerintah punya tanggung jawab memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Maulana.
Selain pemeriksaan lapangan, Pemkot Jambi juga menyiapkan sistem pengaduan cepat bagi masyarakat. Maulana meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan membuka hotline khusus yang dapat diakses warga apabila menemukan hewan kurban dengan kondisi mencurigakan.
“Kalau ada hewan yang tidak jelas kesehatannya, masyarakat bisa langsung melapor. Bisa melalui layanan 112, aplikasi JAGA, maupun kontak darurat lainnya. Nanti dokter hewan langsung kita kirim ke lokasi,” ujarnya.
Menurut Maulana, langkah cepat tersebut penting untuk mencegah potensi penyebaran penyakit hewan, terutama menjelang Idul Adha saat arus masuk ternak dari luar daerah meningkat cukup tajam.
Di sisi lain, Maulana juga mengapresiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi yang baru saja meraih penghargaan sebagai “Kota Aman Pangan Level Sedang” tertinggi di Provinsi Jambi. Ia menilai capaian itu menjadi bukti pengawasan pangan dan kesehatan hewan di Kota Jambi mulai berjalan semakin baik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Evridal Asri, mengatakan pemeriksaan hewan kurban sebenarnya sudah dimulai sejak pertengahan Mei lalu. Tim kesehatan hewan rutin turun ke lapangan untuk memastikan kondisi ternak tetap aman dan sehat.
“Sejak tanggal 12, 13, dan 14 Mei kami sudah rutin melakukan pemeriksaan hewan kurban yang ada di Kota Jambi,” kata Evridal.
Ia menyebut kebutuhan hewan kurban tahun ini meningkat sekitar 0,5 persen dibanding tahun sebelumnya. Total kebutuhan diperkirakan mencapai 4.534 ekor. Dari hasil pemantauan sementara, sekitar 80 persen hewan kurban sudah masuk ke Kota Jambi.
“Insya Allah kebutuhan bisa tercukupi, bahkan kemungkinan melebihi target,” singkatnya.














