JAMBI – Kepedulian terhadap korban kebakaran di Kompleks Polda Jambi ditunjukkan jajaran sekolah di wilayah Koordinator Wilayah (Korwil) 3 Dinas Pendidikan Kota Jambi.
Sebanyak 76 sekolah, baik negeri maupun swasta yang berada di wilayah Kecamatan Jambi Timur, Jambi Selatan dan Paal Merah, secara spontan menggalang bantuan untuk para korban kebakaran.
Dari hasil sumbangan spontan yang dihimpun dari siswa dan guru tersebut, terkumpul dana sebesar Rp15 juta.
Bantuan tersebut kemudian diserahkan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah kebakaran.
Kebakaran di Kompleks Polda Jambi tersebut juga mendapat perhatian khusus dari lingkungan pendidikan karena salah satu siswa SD Negeri 28 Kota Jambi menjadi korban dalam musibah tersebut.
Penggalangan donasi ini melibatkan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Korwil 3, Kasi Kurikulum SD, Ketua Korwil 3 serta para kepala sekolah di lingkungan Korwil 3.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Sugiono, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu korban kebakaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menanamkan rasa empati kepada peserta didik sejak usia dini.
Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui pembelajaran di dalam kelas. Anak-anak juga perlu diberikan ruang untuk mempraktikkan nilai kepedulian dan empati dalam kehidupan sehari-hari.
“Karakter itu harus dilatih, tidak cukup hanya sebatas narasi di dalam kelas,” ujar Sugiono Senin (10/8/2026).
Ia menilai, keterlibatan siswa dalam kegiatan sosial seperti penggalangan bantuan dapat menjadi pengalaman langsung bagi anak untuk memahami kondisi dan kesulitan yang dialami orang lain.
Dengan demikian, pendidikan karakter yang diberikan sekolah tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membentuk kepedulian sosial dan rasa kemanusiaan peserta didik.
“Ketika anak-anak diajarkan untuk ikut merasakan kesulitan orang lain dan membantu sesuai dengan kemampuannya, itu menjadi bagian dari proses pembentukan karakter,” katanya.
Sugiono menambahkan, kepedulian tersebut diharapkan terus tumbuh di lingkungan sekolah dan menjadi kebiasaan positif yang terbawa hingga anak-anak dewasa.
Sementara itu, bantuan sebesar Rp15 juta tersebut menjadi wujud kebersamaan dari sekolah-sekolah yang berada di Korwil 3 untuk meringankan beban warga yang terdampak kebakaran di Kompleks Polda Jambi.
Berita Terkait
Maulana Memimpin Rapat Evaluasi Realisasi APBD OPD Tahun Anggaran 2026. JAMBI – Memasuki semester kedua Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kota Jambi mulai menggenjot percepatan realisasi belanja daerah agar mampu menggerakkan perekonomian sekaligus memastikan seluruh program pembangunan selesai tepat waktu. Langkah itu ditegaskan Wali Kota Jambi Maulana saat memimpin evaluasi realisasi APBD bersama seluruh kepala OPD dan camat di Aula Bappeda Kota Jambi, Senin (6/7). Menurut Maulana, hingga awal Juli realisasi belanja daerah telah mendekati 50 persen, sedangkan pendapatan dari sektor pajak sudah mencapai sekitar 53 persen. Capaian tersebut dinilai masih sesuai dengan target, namun seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kecepatan pelaksanaan program agar manfaat APBD segera dirasakan masyarakat. “Belanja pemerintah harus menjadi stimulus ekonomi. Karena itu saya minta seluruh OPD mempercepat pelaksanaan kegiatan yang memang sudah siap dieksekusi,” ujar Maulana. Dalam evaluasi tersebut, Pemkot menemukan masih adanya ketimpangan antara progres pekerjaan di lapangan dengan pencairan anggaran. Sejumlah kegiatan telah selesai atau sedang berjalan secara fisik, tetapi realisasi keuangannya belum mengikuti perkembangan tersebut. Kondisi itu dinilai dapat menghambat perputaran anggaran yang seharusnya mampu mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Karena itu, Maulana meminta seluruh OPD segera menuntaskan proses administrasi agar penyerapan anggaran berjalan seiring dengan progres pekerjaan. Selain belanja, pemerintah juga mengevaluasi kinerja pendapatan daerah. Meski penerimaan pajak menunjukkan perkembangan positif, realisasi retribusi masih menghadapi tantangan akibat perubahan regulasi yang membuat sejumlah objek retribusi tidak lagi dapat dipungut. Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Jambi membentuk tim khusus yang bertugas merumuskan strategi optimalisasi pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat, sekaligus memastikan belanja pemerintah lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Maulana menegaskan hasil evaluasi pertengahan tahun ini akan menjadi acuan penting dalam penyusunan APBD 2027. Ia juga menetapkan evaluasi lanjutan pada akhir Agustus sebagai momentum mengukur percepatan yang telah dilakukan masing-masing OPD. “Kalau kita evaluasi lebih awal, masih ada waktu melakukan perbaikan. Jangan menunggu akhir tahun karena ruang untuk mengejar target sudah sangat terbatas,” katanya. Dengan percepatan realisasi APBD tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap belanja daerah tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pembangunan, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi daerah
Post Views: 8