Jambi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi kembali menghadirkan kemeriahan bagi masyarakat dengan akan menggelar Nonton Bareng (Nobar) Final Piala Dunia FIFA 2026 yang mempertemukan Tim Nasional Spanyol vs Timnas Argentina, pada Senin (20/07/2026) pukul 02.00 WIB dini hari mendatang.
Selain menyaksikan pertandingan bersama, kegiatan ini juga melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk membuka lapak kuliner dan produk lokal guna menggerakkan perekonomian masyarakat.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Tugu Keris Siginjai itu dipastikan berlangsung meriah, karena Pemkot Jambi menyiapkan berbagai hiburan, doorprize menarik, hingga pembagian voucher belanja gratis bagi masyarakat yang diperuntukkan untuk belanja terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersedia pada waktu pelaksanaan Nobar.
Selain memberikan tontonan partai final, Pemkot Jambi juga akan menyiarkan secara langsung pertandingan Timnas Perancis vs Timnas Inggris dalam memperebutkan posisi Ketiga dan Keempat, Minggu (19/07/2026) pukul 04.00 WIB, Nobar akan dimulai pada Sabtu malam (18/07/2025), pukul 21.00 WIB sampai dengan pertandingan selesai. Kegiatan ini dapat dinikmati secara gratis dan terbuka untuk umum.
Antusiasme masyarakat diperkirakan akan membludak mengingat laga puncak Piala Dunia 2026 menjadi pertandingan bersejarah yang menyedot perhatian pecinta sepak bola di seluruh dunia.
Wali Kota Jambi, melalui Juru Bicara Pemkot Jambi, Saleh Ridho, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi ingin menghadirkan suasana kebersamaan bagi masyarakat melalui kegiatan nobar yang dikemas secara menarik.
“Nobar ini telah dimulai sejak babak perempat final, kemudian semi final dan kali ini partai puncak final Piala Dunia 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di kawasan Tugu Keris Siginjai, terbuka untuk umum dan dapat dinikmati secara gratis oleh seluruh masyarakat,” ujarnya, Jumat (17/07/2026).
Ia juga mengatakan bahwa pelaksanaan nobar bukan hanya menjadi ajang hiburan dan kebersamaan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian lokal.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan suasana kebersamaan dan kegembiraan bagi masyarakat Kota Jambi. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan dan memperluas pasar,” ujarnya.
Untuk menambah semarak acara, Pemkot Jambi telah menyiapkan berbagai doorprize menarik bagi masyarakat yang hadir. Selain itu, pengunjung juga akan mendapatkan voucher belanja gratis yang dapat digunakan di stan-stan UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Tak hanya itu, Pemkot Jambi juga turut membuka gerai pelayanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan sosialisasi, maupun pendaftaran Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital. Dimana layanan ini merupakan program pusat untuk penyaluran bantuan sosial (Bansos) yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan, serta lebih akurat dan transparan.
Kehadiran gerai tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi terkait berbagai program perlindungan sosial dan layanan yang disediakan pemerintah.
“Kami ingin momentum nobar ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Karena itu, kami menghadirkan UMKM dan gerai Perlinsos agar masyarakat dapat menikmati layanan pemerintah sekaligus mendukung ekonomi kerakyatan,” tambahnya.
Ia menjelaskan, kegiatan nobar tidak hanya menyuguhkan tayangan pertandingan Piala Dunia, tetapi juga menghadirkan berbagai hiburan menarik bagi masyarakat.
“Sebelum pertandingan dimulai akan ada penampilan grup band, berbagai games interaktif, door prize, dan seluruh rangkaian kegiatan ini gratis untuk masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, guna memberikan kenyamanan dan pengalaman menonton yang lebih maksimal bagi masyarakat yang hadir, Kadis Kominfo Kota Jambi juga menjelaskan, dalam
Berita Terkait
Maulana Memimpin Rapat Evaluasi Realisasi APBD OPD Tahun Anggaran 2026. JAMBI – Memasuki semester kedua Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kota Jambi mulai menggenjot percepatan realisasi belanja daerah agar mampu menggerakkan perekonomian sekaligus memastikan seluruh program pembangunan selesai tepat waktu. Langkah itu ditegaskan Wali Kota Jambi Maulana saat memimpin evaluasi realisasi APBD bersama seluruh kepala OPD dan camat di Aula Bappeda Kota Jambi, Senin (6/7). Menurut Maulana, hingga awal Juli realisasi belanja daerah telah mendekati 50 persen, sedangkan pendapatan dari sektor pajak sudah mencapai sekitar 53 persen. Capaian tersebut dinilai masih sesuai dengan target, namun seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kecepatan pelaksanaan program agar manfaat APBD segera dirasakan masyarakat. “Belanja pemerintah harus menjadi stimulus ekonomi. Karena itu saya minta seluruh OPD mempercepat pelaksanaan kegiatan yang memang sudah siap dieksekusi,” ujar Maulana. Dalam evaluasi tersebut, Pemkot menemukan masih adanya ketimpangan antara progres pekerjaan di lapangan dengan pencairan anggaran. Sejumlah kegiatan telah selesai atau sedang berjalan secara fisik, tetapi realisasi keuangannya belum mengikuti perkembangan tersebut. Kondisi itu dinilai dapat menghambat perputaran anggaran yang seharusnya mampu mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Karena itu, Maulana meminta seluruh OPD segera menuntaskan proses administrasi agar penyerapan anggaran berjalan seiring dengan progres pekerjaan. Selain belanja, pemerintah juga mengevaluasi kinerja pendapatan daerah. Meski penerimaan pajak menunjukkan perkembangan positif, realisasi retribusi masih menghadapi tantangan akibat perubahan regulasi yang membuat sejumlah objek retribusi tidak lagi dapat dipungut. Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Jambi membentuk tim khusus yang bertugas merumuskan strategi optimalisasi pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat, sekaligus memastikan belanja pemerintah lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Maulana menegaskan hasil evaluasi pertengahan tahun ini akan menjadi acuan penting dalam penyusunan APBD 2027. Ia juga menetapkan evaluasi lanjutan pada akhir Agustus sebagai momentum mengukur percepatan yang telah dilakukan masing-masing OPD. “Kalau kita evaluasi lebih awal, masih ada waktu melakukan perbaikan. Jangan menunggu akhir tahun karena ruang untuk mengejar target sudah sangat terbatas,” katanya. Dengan percepatan realisasi APBD tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap belanja daerah tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pembangunan, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi daerah
Maulana Menerima Audensi Bersama Konsul jenderal Republik Tiongkok Membahas Kerja sama Antar Dua Negara. JAMBI, – Hubungan antara Kota Jambi dan Tiongkok berpotensi memasuki fase yang lebih luas. Tidak lagi terbatas pada sektor kesehatan, kerja sama yang selama ini terjalin dengan Kota Guangzhou kini diarahkan untuk menyentuh bidang teknologi, pendidikan, pariwisata hingga peningkatan kapasitas aparatur. Hal itu mengemuka saat Wali Kota Jambi Maulana menerima kunjungan kehormatan Konsul Jenderal Tiongkok, Mr. Kuang, di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (25/6). Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi, Kepala Dinas Pariwisata, serta jajaran Bagian Kerja Sama Pemerintah Kota Jambi. Maulana mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan yang selama ini telah dibangun antara Kota Jambi dan Guangzhou. Salah satu kerja sama yang telah berjalan adalah pengembangan layanan telemedicine di bidang kesehatan. “Selama ini saya sudah berkolaborasi dengan wali kota Guangzhou dan Pemerintah Kota Guangzhou sehingga kita bekerja sama dalam hal telemedicine di bidang kesehatan. Sudah beberapa tenaga kesehatan kita mendapat pelatihan tentang pengembangan telemedicine di Guangzhou,” ujar Maulana. Menurutnya, Konsul Jenderal Tiongkok menawarkan dukungan untuk meningkatkan level kerja sama ke sektor yang lebih luas. Selain kesehatan, peluang kolaborasi terbuka di bidang teknologi, pelatihan aparatur pemerintah, pendidikan, hingga pengembangan pariwisata. Salah satu topik yang menarik perhatian dalam pertemuan tersebut adalah sejarah besar Candi Muaro Jambi yang memiliki keterkaitan dengan peradaban Tiongkok. Maulana menjelaskan bahwa kisah Biksu Satyakirti dan Biksu I-Tsing menjadi jembatan sejarah yang dapat memperkuat hubungan kedua wilayah. “Beliau sangat tertarik dengan sejarah peradaban Candi Muaro Jambi, di mana Biksu Satyakirti menjadi guru dari I-Tsing. I-Tsing belajar sekitar 10 hingga 12 tahun di Candi Muaro Jambi sebelum kemudian menyebarkan ajaran Buddha ke Tiongkok. Karena itu beliau ingin meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata,” katanya. Bagi Pemerintah Kota Jambi, sektor pariwisata dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Kehadiran wisatawan tidak hanya menggerakkan sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain pariwisata, peluang kerja sama pendidikan juga menjadi pembahasan utama. Pemerintah Tiongkok menawarkan kolaborasi pengembangan pendidikan bahasa Mandarin, bahasa Inggris, hingga berbagai program akademik melalui kemitraan antara perguruan tinggi di Tiongkok dan institusi pendidikan tinggi di Indonesia. “Beliau juga menawarkan kolaborasi yang sangat baik di bidang pendidikan, baik pendidikan bahasa maupun bidang lainnya dengan melibatkan beberapa perguruan tinggi di Tiongkok untuk meningkatkan pertukaran pelajar dan kerja sama akademik,” ungkap Maulana. Sementara itu, Konsul Jenderal Tiongkok, Mr. Kuang, mengaku terkesan dengan Kota Jambi yang menurutnya memiliki potensi besar untuk berkembang melalui kerja sama internasional. Kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertamanya datang ke Jambi. “Saya sangat senang datang ke Jambi. Ini pertama kali saya datang ke Jambi yang indah. Saya sangat senang bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan Pak Wali Kota. Pertemuan ini sangat bermanfaat dan sangat baik,” ujar Mr. Kuang. Ia menilai hubungan sejarah yang telah terjalin sejak ratusan bahkan lebih dari seribu tahun lalu menjadi fondasi kuat bagi kedua pihak untuk membangun kerja sama yang lebih konkret di masa depan. “Seperti yang disebutkan Pak Wali Kota, Tiongkok dan Jambi memiliki sejarah kerja sama yang sangat panjang. Itu menjadi landasan yang sangat kuat untuk menjalankan kerja sama kedua pihak,” katanya. Mr. Kuang juga menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat Kota Jambi yang dinilainya ramah dan terbuka. Bahkan, ia menyatakan kesediaannya untuk ikut mempromosikan potensi Kota Jambi kepada berbagai pihak di Tiongkok. “Saya melihat Kota Jambi sangat indah dan masyarakatnya sangat ramah. Saya bersedia menjadi bagian dalam mempromosikan potensi Jambi, baik di bidang ekonomi, pariwisata, teknologi maupun kerja sama lainnya,” ujarnya. Pertemuan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan Jambi dan Tiongkok tidak lagi hanya berbicara tentang nota kesepahaman. Fokus berikutnya adalah menerjemahkan berbagai peluang yang ada menjadi program nyata yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, memperkuat daya saing daerah, dan membuka pintu investasi serta pertukaran pengetahuan di masa depan.
Post Views: 1