JAMBI- Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, kembali melaksanakan kegiatan reses di Desa Simpang Sungai Duren, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muaro Jambi, Senin (23/06/25) siang. Dalam pertemuan bersama warga, berbagai aspirasi dan keluhan disampaikan, mulai dari masalah tenaga honorer hingga pembangunan infrastruktur dan rumah ibadah yang mangkrak sejak bertahun-tahun.
Menurut Kepala Desa Simpang Sungai Duren, Yusnardi bahwa sosok Ivan Wirata adalah pejabat dan pemimpin yang gerak cepat dalam mengatasi keluhan warga.
“Pak Ivan sangat responsif ketika dihubungi langsung cepat tanggap. Apalagi basic beliau sebagai kadis PU jadi mengerti tehnis dan keluhan insfratruktur di masyarakat. Saat banjir terjadi, beliau cepat turun dan atasi, jadi tidak ada banjir lagi saat ini. Meskipun tidak semua warga disini memilih beliau, tapi Alhamdulillah beliau tidak permasalahkan itu. Sosok politikus yang berhati besar dan bijaksana,” terang Kades saat menyampaikan kata sambutan.
Saat sesi tanya jawab, mengalir lah keluhan dan usulan dari masyakarat. Salah satu keluhan datang dari, Magdalena tenaga honorer di lembaga pendidikan swasta yang mengeluhkan gaji yang tidak menentu. Mereka berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah ataupun bantuan fasilitasi agar nasib tenaga honorer swasta bisa lebih diperhatikan.
Selain itu, Herniati pengurus Yayasan Nurul Yaqin juga mengeluhkan kebutuhan bantuan untuk pembangunan Raudhatul Athfal (RA) yang hingga kini belum mendapatkan dukungan maksimal dari pemerintah.
“Lembaga RA ini sangat dibutuhkan untuk pendidikan usia dini anak-anak di desa kami, tapi kondisinya masih jauh dari layak karena keterbatasan dana. Jendela tidak ada, nanti crayon anak-anak bisa bilang dicuri orang. Tolong bantuannya pak,” ujar Hendria.
Sedangkan Murniati, salah satu pelaku UMKM meminta agar bisa naik kelas. Karena menurutnya, dari kondisi dan situasi desa mereka sesuai letak sangat bagus dan strategis.
“Desa kami sangat dekat dengan kampus, ada UIN dan Unja. Kami minta agar ada pelatihan sehingga bisa diterangkan tentang modal dan pengemasan. Selain dari itu tolong perhatikan gaji kader Posyandu sangat kecil sekali, hanya 50 ribu,” keluhan Murniati.
Masalah lain yang mencuat adalah pembangunan masjid di RT 05 yang dimulai sejak tahun 2016. Sukarto, Ketua RT 05, menyampaikan bahwa progres pembangunan baru mencapai sekitar 25 persen.
“Sudah hampir 9 tahun, pembangunan masjid ini tidak kunjung selesai. Padahal ini menjadi tempat ibadah utama kami,” kata Sukarto.
Tak hanya itu, Sukarto yang juga ketua RT 05 menyoroti kondisi jalan lingkungan sepanjang 450 meter yang masih berupa tanah merah dan sulit dilalui saat musim hujan. Padahal jalan tersebut menjadi akses utama warga dalam beraktivitas sehari-hari.
“Kami sudah puluhan tahun menggunakan jalan ini, tapi sampai sekarang belum pernah tersentuh pembangunan. Kami berharap pemerintah bisa membantu pengerasan atau pengaspalan jalan tersebut,” tambahnya.
Bahkan pada kesempatan itu, warga langsung menyerahkan proposal permohonan kepada Bang Ivan Wirata (BIW).
Menanggapi aspirasi warga, BIW menyampaikan komitmennya untuk membawa persoalan-persoalan tersebut ke tingkat provinsi dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar ada solusi nyata.
“Secara tehnis dan petunjuk tehnis ini yang paling benar. Ada proposal untuk tertib administrasi, agar langsung di catat ke Sistem informasi pemerintah daerah (SIPD). Kalo lambat itu tidak akan dapat, makanya kadang proposal bukannya tidak diatensi namun karena tidak tertib administrasi jadinya lambat. Kita catat semua, dan akan kita kawal sesuai kewenangan. Soal masjid dan RA, ini soal fasilitas dasar yang harus didukung. Soal jalan, kita akan dorong agar masuk dalam skala prioritas pembangunan,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.
Menurut BIW, masyarakat harus belajar dan terbiasa untuk tertib administrasi sehingga mempermudah dan memperlancar menyelesaikan masalah. Selain dari itu, tambah BIW, pola fikir yang maju dari masyarakat bisa merubah paradigma bahwa memilih pemimpin berdasarkan banyaknya finansial dan kepentingan.
“Carilah pemimpin yang amanah, dan memikirkan kepentingan masyarakat. Jangan terbiasa memilih pemimpin dari nomor Piro wani Piro sehingga membuat lupa saat sudah terpilih. Jika kita tidak rubah paradigma ini, maka tunggu kehancuran nasib masyarakat. Jika tidak kita yang rubah siapa lagi,” tegas BIW.
Reses ini menjadi bukti nyata kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat untuk mendengar dan memperjuangkan kebutuhan riil yang mereka hadapi.
Berita Terkait
Maulana Memimpin Rapat Evaluasi Realisasi APBD OPD Tahun Anggaran 2026. JAMBI – Memasuki semester kedua Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kota Jambi mulai menggenjot percepatan realisasi belanja daerah agar mampu menggerakkan perekonomian sekaligus memastikan seluruh program pembangunan selesai tepat waktu. Langkah itu ditegaskan Wali Kota Jambi Maulana saat memimpin evaluasi realisasi APBD bersama seluruh kepala OPD dan camat di Aula Bappeda Kota Jambi, Senin (6/7). Menurut Maulana, hingga awal Juli realisasi belanja daerah telah mendekati 50 persen, sedangkan pendapatan dari sektor pajak sudah mencapai sekitar 53 persen. Capaian tersebut dinilai masih sesuai dengan target, namun seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kecepatan pelaksanaan program agar manfaat APBD segera dirasakan masyarakat. “Belanja pemerintah harus menjadi stimulus ekonomi. Karena itu saya minta seluruh OPD mempercepat pelaksanaan kegiatan yang memang sudah siap dieksekusi,” ujar Maulana. Dalam evaluasi tersebut, Pemkot menemukan masih adanya ketimpangan antara progres pekerjaan di lapangan dengan pencairan anggaran. Sejumlah kegiatan telah selesai atau sedang berjalan secara fisik, tetapi realisasi keuangannya belum mengikuti perkembangan tersebut. Kondisi itu dinilai dapat menghambat perputaran anggaran yang seharusnya mampu mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Karena itu, Maulana meminta seluruh OPD segera menuntaskan proses administrasi agar penyerapan anggaran berjalan seiring dengan progres pekerjaan. Selain belanja, pemerintah juga mengevaluasi kinerja pendapatan daerah. Meski penerimaan pajak menunjukkan perkembangan positif, realisasi retribusi masih menghadapi tantangan akibat perubahan regulasi yang membuat sejumlah objek retribusi tidak lagi dapat dipungut. Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Jambi membentuk tim khusus yang bertugas merumuskan strategi optimalisasi pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat, sekaligus memastikan belanja pemerintah lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Maulana menegaskan hasil evaluasi pertengahan tahun ini akan menjadi acuan penting dalam penyusunan APBD 2027. Ia juga menetapkan evaluasi lanjutan pada akhir Agustus sebagai momentum mengukur percepatan yang telah dilakukan masing-masing OPD. “Kalau kita evaluasi lebih awal, masih ada waktu melakukan perbaikan. Jangan menunggu akhir tahun karena ruang untuk mengejar target sudah sangat terbatas,” katanya. Dengan percepatan realisasi APBD tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap belanja daerah tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pembangunan, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi daerah
Maulana Menerima Audensi Bersama Konsul jenderal Republik Tiongkok Membahas Kerja sama Antar Dua Negara. JAMBI, – Hubungan antara Kota Jambi dan Tiongkok berpotensi memasuki fase yang lebih luas. Tidak lagi terbatas pada sektor kesehatan, kerja sama yang selama ini terjalin dengan Kota Guangzhou kini diarahkan untuk menyentuh bidang teknologi, pendidikan, pariwisata hingga peningkatan kapasitas aparatur. Hal itu mengemuka saat Wali Kota Jambi Maulana menerima kunjungan kehormatan Konsul Jenderal Tiongkok, Mr. Kuang, di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (25/6). Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi, Kepala Dinas Pariwisata, serta jajaran Bagian Kerja Sama Pemerintah Kota Jambi. Maulana mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan yang selama ini telah dibangun antara Kota Jambi dan Guangzhou. Salah satu kerja sama yang telah berjalan adalah pengembangan layanan telemedicine di bidang kesehatan. “Selama ini saya sudah berkolaborasi dengan wali kota Guangzhou dan Pemerintah Kota Guangzhou sehingga kita bekerja sama dalam hal telemedicine di bidang kesehatan. Sudah beberapa tenaga kesehatan kita mendapat pelatihan tentang pengembangan telemedicine di Guangzhou,” ujar Maulana. Menurutnya, Konsul Jenderal Tiongkok menawarkan dukungan untuk meningkatkan level kerja sama ke sektor yang lebih luas. Selain kesehatan, peluang kolaborasi terbuka di bidang teknologi, pelatihan aparatur pemerintah, pendidikan, hingga pengembangan pariwisata. Salah satu topik yang menarik perhatian dalam pertemuan tersebut adalah sejarah besar Candi Muaro Jambi yang memiliki keterkaitan dengan peradaban Tiongkok. Maulana menjelaskan bahwa kisah Biksu Satyakirti dan Biksu I-Tsing menjadi jembatan sejarah yang dapat memperkuat hubungan kedua wilayah. “Beliau sangat tertarik dengan sejarah peradaban Candi Muaro Jambi, di mana Biksu Satyakirti menjadi guru dari I-Tsing. I-Tsing belajar sekitar 10 hingga 12 tahun di Candi Muaro Jambi sebelum kemudian menyebarkan ajaran Buddha ke Tiongkok. Karena itu beliau ingin meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata,” katanya. Bagi Pemerintah Kota Jambi, sektor pariwisata dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Kehadiran wisatawan tidak hanya menggerakkan sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain pariwisata, peluang kerja sama pendidikan juga menjadi pembahasan utama. Pemerintah Tiongkok menawarkan kolaborasi pengembangan pendidikan bahasa Mandarin, bahasa Inggris, hingga berbagai program akademik melalui kemitraan antara perguruan tinggi di Tiongkok dan institusi pendidikan tinggi di Indonesia. “Beliau juga menawarkan kolaborasi yang sangat baik di bidang pendidikan, baik pendidikan bahasa maupun bidang lainnya dengan melibatkan beberapa perguruan tinggi di Tiongkok untuk meningkatkan pertukaran pelajar dan kerja sama akademik,” ungkap Maulana. Sementara itu, Konsul Jenderal Tiongkok, Mr. Kuang, mengaku terkesan dengan Kota Jambi yang menurutnya memiliki potensi besar untuk berkembang melalui kerja sama internasional. Kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertamanya datang ke Jambi. “Saya sangat senang datang ke Jambi. Ini pertama kali saya datang ke Jambi yang indah. Saya sangat senang bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan Pak Wali Kota. Pertemuan ini sangat bermanfaat dan sangat baik,” ujar Mr. Kuang. Ia menilai hubungan sejarah yang telah terjalin sejak ratusan bahkan lebih dari seribu tahun lalu menjadi fondasi kuat bagi kedua pihak untuk membangun kerja sama yang lebih konkret di masa depan. “Seperti yang disebutkan Pak Wali Kota, Tiongkok dan Jambi memiliki sejarah kerja sama yang sangat panjang. Itu menjadi landasan yang sangat kuat untuk menjalankan kerja sama kedua pihak,” katanya. Mr. Kuang juga menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat Kota Jambi yang dinilainya ramah dan terbuka. Bahkan, ia menyatakan kesediaannya untuk ikut mempromosikan potensi Kota Jambi kepada berbagai pihak di Tiongkok. “Saya melihat Kota Jambi sangat indah dan masyarakatnya sangat ramah. Saya bersedia menjadi bagian dalam mempromosikan potensi Jambi, baik di bidang ekonomi, pariwisata, teknologi maupun kerja sama lainnya,” ujarnya. Pertemuan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan Jambi dan Tiongkok tidak lagi hanya berbicara tentang nota kesepahaman. Fokus berikutnya adalah menerjemahkan berbagai peluang yang ada menjadi program nyata yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, memperkuat daya saing daerah, dan membuka pintu investasi serta pertukaran pengetahuan di masa depan.
Post Views: 210