JAMBI – Wali Kota Jambi Maulana bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghadiri Focus Group Discussion (FGD) pembahasan pengadaan dan pembangunan Kampung Batik di Kelurahan Ulu Gedong, Kecamatan Danau Teluk. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Jambi, Selasa (20/1/26).
FGD ini menjadi langkah awal Pemerintah Kota Jambi dalam merealisasikan pembangunan kampung-kampung tematik berbasis budaya dan ekonomi masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Baznas, para ketua RT, tokoh masyarakat Ulu Gedong, serta OPD terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dinas Kominfo, dan Dinas Pekerjaan Umum.
Wali Kota Maulana dalam sesi wawancara menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan pertemuan awal untuk menyatukan peran seluruh pemangku kepentingan.
“Tujuannya adalah untuk merealisasikan mimpi kita, yaitu pembangunan kampung-kampung tematik. Seberang dua kecamatan ini kita tetapkan sebagai kawasan pengembangan budaya Melayu, dan Ulu Gedong menjadi lokus awalnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan Kampung Batik Ulu Gedong akan disinergikan dengan Program Kampung Bahagia, melalui alokasi anggaran sebesar Rp100 juta per RT yang akan dimusyawarahkan bersama masyarakat untuk berbagi peran pembangunan. Selain itu, Baznas juga akan membawa program community development yang diusulkan ke Baznas RI guna mendukung pembangunan berbasis komunitas.
Menurut Maulana, kawasan Ulu Gedong memiliki potensi besar sebagai pusat wisata budaya, khususnya batik Jambi yang telah lama berkembang di wilayah tersebut. Pemerintah Kota Jambi berencana memberikan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi para pengrajin batik, sekaligus mengembangkan potensi kuliner khas kawasan seberang.
“Rumah-rumah adat akan kita pelihara dan dorong menjadi guest house. Kawasan ini juga akan kita koneksikan dengan wisata heritage seperti Makam Wirokusumo, Rumah Batu, Makam Tambak, dan Danau Teluk, dengan tetap menjaga tradisionalitasnya,” jelasnya.
Tak hanya itu, konsep wisata sungai juga akan diperkuat dengan penataan tangkul-tangkul tradisional agar lebih estetik serta penyiapan perahu wisata. Seluruh pengembangan ini ditargetkan mulai terlihat hasilnya pada tahap awal di akhir tahun 2026.
“Target kita bulan sembilan atau sepuluh, kawasan Ulu Gedong sudah bisa diresmikan sebagai pusat wisata batik berbasis komunitas. Apalagi tahun ini Kota Jambi menjadi tuan rumah kegiatan nasional Health City Summit yang diperkirakan dihadiri sekitar 3.000 tamu dari seluruh Indonesia,” ungkap Maulana.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Jambi akan menghadirkan sedikitnya tiga titik wisata baru, yakni Danau Kajang Lako, kawasan Talang Banjar, serta kawasan Seberang sebagai daya tarik tambahan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Ketua RT 07 Kelurahan Ulu Gedong, Yahya, menyampaikan apresiasi dan antusiasme warga terhadap rencana pembangunan Kampung Batik. “Ulu Gedong akan menjadi program wisata di RT 07, RT 05, dan RT 06. Kami masyarakat Ulu Gedong pada umumnya sangat antusias dengan perencanaan Wali Kota terkait Kampung Batik ini,” pungkasnya.
