Indeks
Berita  

Reses Kemas Faried Alfarelly Tekankan Aksi Nyata

 

Reses Kemas Faried Alfarelly Tekankan Aksi Nyata

 

JAMBI – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menggelar kegiatan reses yang menghadirkan Anggota DPR RI Komisi XII, Cek Endra, dan Wali Kota Jambi Maulana, Rabu (1/4/2026).

 

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mendorong arah politik yang lebih konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.

 

Tak sekadar agenda rutin serap aspirasi, reses kali ini menegaskan perubahan paradigma politik dari sekadar seremonial menuju kerja nyata yang bisa dirasakan masyarakat.

 

Dalam forum tersebut, Cek Endra menegaskan bahwa penggunaan anggaran reses harus efektif dan tepat sasaran.

 

Ia mengingatkan agar tidak ada lagi kegiatan yang hanya bersifat formalitas tanpa hasil yang jelas.

 

“Tidak boleh lagi reses yang tidak bermanfaat. Semua penggunaan anggaran harus memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Ini sudah menjadi instruksi yang harus dijalankan,” tegasnya.

 

Ia juga menekankan bahwa ke depan, politik harus berorientasi pada hasil, bukan sekadar retorika.

 

“Bukan lagi politik pidato, tapi politik aksi. Setiap pertemuan harus menghasilkan solusi nyata,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kemas Faried Alfarelly menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap aspirasi masyarakat tidak berhenti di forum reses, melainkan ditindaklanjuti secara konkret.

 

Ia menyebut, sinkronisasi antara DPRD Kota Jambi dan DPR RI menjadi kunci agar program berjalan efektif.

 

“Reses ini harus jadi jembatan yang benar-benar menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah. Tidak boleh hanya dicatat, tapi harus direalisasikan,” katanya.

 

Dalam sesi dialog, berbagai persoalan mendasar disampaikan warga. Mulai dari penanganan sampah yang dinilai belum optimal, hingga persoalan drainase yang kerap memicu genangan saat hujan.

 

Menanggapi hal tersebut, Kemas Faried memastikan akan turun langsung ke lapangan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melihat kondisi riil.

 

“Kita akan cek langsung. Kalau bisa ditangani melalui anggaran rutin, akan segera kita kerjakan. Jika tidak memungkinkan, akan kita dorong melalui usulan program baru,” jelasnya.

 

Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran, termasuk bantuan kepada masyarakat agar tepat guna dan tidak disalahgunakan.

 

Dengan pendekatan yang lebih substantif, reses ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara legislatif pusat dan daerah dalam menghadirkan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

 

Ke depan, kegiatan reses tidak lagi dipandang sebagai agenda formal tahunan, melainkan sebagai ruang solusi tempat di mana keluhan warga dijawab dengan tindakan nyata.

 

 

 

 

 

 

Exit mobile version