Pemkot Jambi Teken Kerja Sama Dengan Komdigi, Komitmen Tingkatkan Digitalisasi Hingga Lapisan Masyarakat
Jambi – Upaya strategis dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi, kali ini menggandeng Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi) melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Bidang Komunikasi dan Digital di Kota Jambi.
Penandatanganan dilakukan di Gedung Utama lantai 3 Kementerian Komdigi, Jakarta, Kamis (05/02/2026), yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Bonifasius Wahyu Pudjianto, Ph.D.
Penandatanganan Nota Kesepakatan ini dilakukan bertujuan agar terciptanya kapasitas Sumber Daya Manusia bidang komunikasi dan digital yang unggul dan berdaya saing dengan melibatkan sumber daya yang dimiliki, baik itu aparatur pemerintahan, mahasiswa, hingga masyarakat umum di Kota Jambi.
Adapun sebagai Ruang Lingkup Nota Kesepakatan ini meliputi: peningkatan kapasitas sumber daya manusia bidang komunikasi dan digital melalui penyediaan pemimpin digital, talenta digital, dan literasi digital; serta, pertukaran data dan informasi yang beretika, aman, dan bertanggungjawab sesuai dan tidak bertentangan dengan ketentuan perundang-undangan.
Dalam keterangannya Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan SDM di Kota Jambi, baik di tingkat masyarakat maupun aparatur pemerintahan.
“Kami atas nama Pemerintah Kota Jambi dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital, atas kerja sama dalam meningkatkan kolaborasi yang lebih baik untuk pengembangan SDM,” ujar Wali Kota Jambi.
Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan SDM digital ini menyasar berbagai lapisan, mulai dari generasi muda milenial, ibu-ibu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.
“Pengembangan ini mencakup masyarakat secara luas, terutama anak-anak muda milenial, ibu-ibu pengusaha UMKM, serta di level ASN. Kami berharap kerja sama ini menjadi langkah awal dalam melakukan akselerasi dan percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang digital,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital, Bonifasius Wahyu Pudjianto menyambut baik kerja sama tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Jambi di Kementerian Komunikasi dan Digital.
“Terima kasih atas kehadiran Bapak Wali Kota Jambi di Kementerian Komunikasi dan Digital, khususnya di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital. Dari kerja sama yang baru saja kita tandatangani, tentu akan banyak kolaborasi yang dapat dilakukan kedepan,” ungkapnya.
Dirinya menegaskan bahwa kolaborasi tersebut akan difokuskan pada bidang digital, baik dalam aspek komunikasi, telekomunikasi, maupun teknologi informasi.
“Kami siap melakukan kolaborasi khususnya untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang digital, termasuk pengembangan masyarakat terkait talenta digital. Tahapan pengembangan dimulai dari literasi digital hingga penguatan kemampuan ASN digital,” jelasnya.
Bonifasius juga menyampaikan dukungannya untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jambi serta mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan dalam mendorong transformasi digital daerah.
“Kami siap untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah Kota Jambi dan sangat menghargai semua upaya yang telah dilakukan Kota Jambi saat ini. semoga kolaborasi ini semakin sukses ke depannya,” tutupnya.
Dikesempatan ini, turut hadir, Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital I Nyoman Adhiarna, Plt. Kepala Balai Besar Pelatihan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital Medan Christiany Juditha, Kepala Pusat Pengembangan Ekosistem SDM Komunikasi dan Digital Nusirwan, Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Said Mirza Pahlevi, Kepala Dinas Kominfo Kota Jambi Saleh Ridha serta jajaran terkait dilingkungan Pemkot Jambi, mewakili Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital dan Kepala Pusat Pengembangan Literasi Digital.
Berita Terkait
Maulana Memimpin Rapat Evaluasi Realisasi APBD OPD Tahun Anggaran 2026. JAMBI – Memasuki semester kedua Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kota Jambi mulai menggenjot percepatan realisasi belanja daerah agar mampu menggerakkan perekonomian sekaligus memastikan seluruh program pembangunan selesai tepat waktu. Langkah itu ditegaskan Wali Kota Jambi Maulana saat memimpin evaluasi realisasi APBD bersama seluruh kepala OPD dan camat di Aula Bappeda Kota Jambi, Senin (6/7). Menurut Maulana, hingga awal Juli realisasi belanja daerah telah mendekati 50 persen, sedangkan pendapatan dari sektor pajak sudah mencapai sekitar 53 persen. Capaian tersebut dinilai masih sesuai dengan target, namun seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kecepatan pelaksanaan program agar manfaat APBD segera dirasakan masyarakat. “Belanja pemerintah harus menjadi stimulus ekonomi. Karena itu saya minta seluruh OPD mempercepat pelaksanaan kegiatan yang memang sudah siap dieksekusi,” ujar Maulana. Dalam evaluasi tersebut, Pemkot menemukan masih adanya ketimpangan antara progres pekerjaan di lapangan dengan pencairan anggaran. Sejumlah kegiatan telah selesai atau sedang berjalan secara fisik, tetapi realisasi keuangannya belum mengikuti perkembangan tersebut. Kondisi itu dinilai dapat menghambat perputaran anggaran yang seharusnya mampu mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Karena itu, Maulana meminta seluruh OPD segera menuntaskan proses administrasi agar penyerapan anggaran berjalan seiring dengan progres pekerjaan. Selain belanja, pemerintah juga mengevaluasi kinerja pendapatan daerah. Meski penerimaan pajak menunjukkan perkembangan positif, realisasi retribusi masih menghadapi tantangan akibat perubahan regulasi yang membuat sejumlah objek retribusi tidak lagi dapat dipungut. Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Jambi membentuk tim khusus yang bertugas merumuskan strategi optimalisasi pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat, sekaligus memastikan belanja pemerintah lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Maulana menegaskan hasil evaluasi pertengahan tahun ini akan menjadi acuan penting dalam penyusunan APBD 2027. Ia juga menetapkan evaluasi lanjutan pada akhir Agustus sebagai momentum mengukur percepatan yang telah dilakukan masing-masing OPD. “Kalau kita evaluasi lebih awal, masih ada waktu melakukan perbaikan. Jangan menunggu akhir tahun karena ruang untuk mengejar target sudah sangat terbatas,” katanya. Dengan percepatan realisasi APBD tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap belanja daerah tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pembangunan, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi daerah
Maulana Menerima Audensi Bersama Konsul jenderal Republik Tiongkok Membahas Kerja sama Antar Dua Negara. JAMBI, – Hubungan antara Kota Jambi dan Tiongkok berpotensi memasuki fase yang lebih luas. Tidak lagi terbatas pada sektor kesehatan, kerja sama yang selama ini terjalin dengan Kota Guangzhou kini diarahkan untuk menyentuh bidang teknologi, pendidikan, pariwisata hingga peningkatan kapasitas aparatur. Hal itu mengemuka saat Wali Kota Jambi Maulana menerima kunjungan kehormatan Konsul Jenderal Tiongkok, Mr. Kuang, di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (25/6). Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi, Kepala Dinas Pariwisata, serta jajaran Bagian Kerja Sama Pemerintah Kota Jambi. Maulana mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan yang selama ini telah dibangun antara Kota Jambi dan Guangzhou. Salah satu kerja sama yang telah berjalan adalah pengembangan layanan telemedicine di bidang kesehatan. “Selama ini saya sudah berkolaborasi dengan wali kota Guangzhou dan Pemerintah Kota Guangzhou sehingga kita bekerja sama dalam hal telemedicine di bidang kesehatan. Sudah beberapa tenaga kesehatan kita mendapat pelatihan tentang pengembangan telemedicine di Guangzhou,” ujar Maulana. Menurutnya, Konsul Jenderal Tiongkok menawarkan dukungan untuk meningkatkan level kerja sama ke sektor yang lebih luas. Selain kesehatan, peluang kolaborasi terbuka di bidang teknologi, pelatihan aparatur pemerintah, pendidikan, hingga pengembangan pariwisata. Salah satu topik yang menarik perhatian dalam pertemuan tersebut adalah sejarah besar Candi Muaro Jambi yang memiliki keterkaitan dengan peradaban Tiongkok. Maulana menjelaskan bahwa kisah Biksu Satyakirti dan Biksu I-Tsing menjadi jembatan sejarah yang dapat memperkuat hubungan kedua wilayah. “Beliau sangat tertarik dengan sejarah peradaban Candi Muaro Jambi, di mana Biksu Satyakirti menjadi guru dari I-Tsing. I-Tsing belajar sekitar 10 hingga 12 tahun di Candi Muaro Jambi sebelum kemudian menyebarkan ajaran Buddha ke Tiongkok. Karena itu beliau ingin meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata,” katanya. Bagi Pemerintah Kota Jambi, sektor pariwisata dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Kehadiran wisatawan tidak hanya menggerakkan sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain pariwisata, peluang kerja sama pendidikan juga menjadi pembahasan utama. Pemerintah Tiongkok menawarkan kolaborasi pengembangan pendidikan bahasa Mandarin, bahasa Inggris, hingga berbagai program akademik melalui kemitraan antara perguruan tinggi di Tiongkok dan institusi pendidikan tinggi di Indonesia. “Beliau juga menawarkan kolaborasi yang sangat baik di bidang pendidikan, baik pendidikan bahasa maupun bidang lainnya dengan melibatkan beberapa perguruan tinggi di Tiongkok untuk meningkatkan pertukaran pelajar dan kerja sama akademik,” ungkap Maulana. Sementara itu, Konsul Jenderal Tiongkok, Mr. Kuang, mengaku terkesan dengan Kota Jambi yang menurutnya memiliki potensi besar untuk berkembang melalui kerja sama internasional. Kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertamanya datang ke Jambi. “Saya sangat senang datang ke Jambi. Ini pertama kali saya datang ke Jambi yang indah. Saya sangat senang bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan Pak Wali Kota. Pertemuan ini sangat bermanfaat dan sangat baik,” ujar Mr. Kuang. Ia menilai hubungan sejarah yang telah terjalin sejak ratusan bahkan lebih dari seribu tahun lalu menjadi fondasi kuat bagi kedua pihak untuk membangun kerja sama yang lebih konkret di masa depan. “Seperti yang disebutkan Pak Wali Kota, Tiongkok dan Jambi memiliki sejarah kerja sama yang sangat panjang. Itu menjadi landasan yang sangat kuat untuk menjalankan kerja sama kedua pihak,” katanya. Mr. Kuang juga menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat Kota Jambi yang dinilainya ramah dan terbuka. Bahkan, ia menyatakan kesediaannya untuk ikut mempromosikan potensi Kota Jambi kepada berbagai pihak di Tiongkok. “Saya melihat Kota Jambi sangat indah dan masyarakatnya sangat ramah. Saya bersedia menjadi bagian dalam mempromosikan potensi Jambi, baik di bidang ekonomi, pariwisata, teknologi maupun kerja sama lainnya,” ujarnya. Pertemuan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan Jambi dan Tiongkok tidak lagi hanya berbicara tentang nota kesepahaman. Fokus berikutnya adalah menerjemahkan berbagai peluang yang ada menjadi program nyata yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, memperkuat daya saing daerah, dan membuka pintu investasi serta pertukaran pengetahuan di masa depan.
Post Views: 108