Indeks
Berita  

Pemkot Jambi dan Pegadaian Perkuat Sinergi Pengelolaan Sampah, Dorong Program “Sampah Jadi Emas”

Jambi – Dalam rangka mengoptimalkan transformasi tata kelola persampahan yang sedang berjalan di Kota Jambi saat ini, Wali Kota, Dr. dr. Maulana, M.K.M., melakukan audiensi bersama jajaran PT. Pegadaian Area Jambi guna membahas sinergi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang berpotensi mengubah sampah rumah tangga menjadi tabungan emas.

 

Pertemuan berlangsung di Kantor PT Pegadaian Cabang Jambi, Jalan Gatot Subroto Nomor 204, Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Pasar Jambi, Kota Jambi, Sabtu (06/06/2026).

 

Pertemuan tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi Pahlewi, Kabid Persampahan DLH Pramono, Kabag Perekonomian Setda Kota Jambi Hendra, pengelola TPS 3R, Bank Sampah, serta perwakilan Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia.

 

Dalam keterangannya, Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi ini tengah melakukan transformasi menyeluruh terhadap tata kelola persampahan, mulai dari sumber sampah hingga pengolahan akhir.

 

Dalam keterangannya, Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi saat ini tengah melakukan transformasi menyeluruh terhadap tata kelola persampahan, mulai dari sumber sampah hingga pengolahan akhir.

 

“Saat ini Kota Jambi sedangbertransformasi dalam pengelolaan sampah. Kurang lebih sudah satu bulan kita memulai pembenahan dari hulu hingga hilir. Di hulu, kita mendorong operasional OPBM, TPS 3R, dan Bank Sampah agar sampah dapat diambil langsung dari rumah-rumah warga,” ujarnya.

 

Maulana mengatakan, tahap berikutnya adalah membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga menjadi sampah organik dan anorganik. Menurutnya, sistem tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk Pegadaian yang memiliki program pengelolaan sampah berbasis tabungan emas.

 

“Pegadaian memiliki program yang sangat luar biasa, yaitu sampah menjadi emas. Melalui gerakan ini, sampah yang sudah dipilah di rumah tangga dapat memiliki nilai ekonomi yang kemudian dikonversikan menjadi emas atau bentuk manfaat ekonomi lainnya,” katanya.

 

Ia menjelaskan bahwa sistem yang sedang dibangun akan menghubungkan proses pengumpulan sampah oleh operator, penimbangan dan penilaian ekonomi di depo maupun TPS 3R, hingga pengolahan residu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo.

 

“Setelah dipilah dari rumah tangga, sampah akan dibawa oleh operator, ditimbang, diberi nilai ekonomi, sementara residunya akan dibawa ke TPA Talang Gulo. Di sana juga sudah ada perusahaan yang akan mengelola sampah tersebut sehingga semuanya memiliki nilai. Inilah konsep ekonomi sirkular yang ingin kita bangun,” jelasnya.

 

Selain mendukung sistem pengelolaan sampah, Pegadaian juga diharapkan berperan dalam edukasi masyarakat dan penyediaan sarana pendukung seperti tempat sampah terpilah.

 

Wali Kota juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini Pemerintah Kota Jambi telah menutup sebanyak 94 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar dan jumlah tersebut terus bertambah seiring beroperasinya layanan pengangkutan sampah berbasis OPBM di berbagai wilayah.

 

“Penutupan TPS dilakukan setelah layanan OPBM berjalan di wilayah tersebut. Ini merupakan gerakan moral masyarakat yang didukung aparat kelurahan, RT, dan seluruh pemangku kepentingan. Dampaknya sangat besar bagi pemberdayaan masyarakat karena sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai, ke depan dapat menjadi emas, uang, bahkan investasi,” tegasnya.

 

Sementara itu, Deputi Bisnis Pegadaian Area Jambi, Marzuki, menyambut baik sinergi yang dibangun bersama Pemerintah Kota Jambi. Menurutnya, kunjungan Wali Kota Jambi menjadi momentum penting untuk memperluas manfaat program pengelolaan sampah yang telah dijalankan Pegadaian sejak tahun 2018.

 

“Kami bersyukur mendapat kunjungan dari Bapak Wali Kota. Ini menjadi sejarah bagi Pegadaian dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengelolaan sampah. Program bank sampah yang kami jalankan sejak 2018 memiliki semangat yang sama dengan program Pemerintah Kota Jambi,” ujarnya.

 

Marzuki menjelaskan bahwa Pegadaian memiliki program “Memilah Sampah Mengemaskan Indonesia” yang sebelumnya dikenal sebagai program “Sampah Jadi Emas”. Program tersebut memungkinkan masyarakat mengubah sampah yang memiliki nilai ekonomi menjadi tabungan emas.

 

“Masyarakat cukup memilah sampah rumah tangga yang masih memiliki nilai ekonomi. Nilai sampah tersebut kemudian dikonversikan menjadi saldo tabungan emas sesuai gramasi yang berlaku. Program ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berinvestasi emas dari aktivitas sehari-hari,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, hampir seluruh jenis sampah memiliki nilai ekonomi apabila dipilah dengan baik. Sampah kertas, karton, plastik, logam, hingga sampah organik dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi produk yang bernilai.

 

“Melalui kerja sama ini kami berharap masyarakat semakin teredukasi untuk memilah sampah dari rumah. Tahap awal akan disinergikan melalui OPBM yang akan membantu proses pengumpulan sampah terpilah sebelum dikonversikan menjadi tabungan emas,” katanya.

 

Marzuki juga mengungkapkan bahwa apabila program ini berhasil diterapkan di Kota Jambi, tidak menutup kemungkinan akan dijadikan proyek percontohan untuk daerah lain di Indonesia.

 

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Kemitraan dan Kerja Sama Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia, Yuda, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang dibangun antara Pemerintah Kota Jambi dan Pegadaian.

 

“Kami berharap sinergi ini tidak hanya memperkuat pengelolaan sampah, tetapi juga meningkatkan taraf hidup masyarakat. Masyarakat yang sebelumnya hanya membuang sampah, kini dapat menjadikan sampah terpilah sebagai sarana investasi jangka panjang,” ujarnya.

 

Yuda menjelaskan bahwa program tersebut telah dijalankan sejak tahun 2018 dan saat ini didukung lebih dari 400 bank sampah binaan Pegadaian di berbagai daerah di Indonesia.

 

Menurutnya, langkah paling sederhana yang dapat dilakukan masyarakat adalah memilah sampah menjadi empat kategori utama, yaitu plastik, logam, kertas, dan sisa makanan. Sampah yang telah dipilah kemudian memiliki nilai ekonomi yang dapat dikonversikan menjadi tabungan emas.

 

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi, Pegadaian, Bank Sampah, TPS 3R, OPBM, dan berbagai elemen masyarakat, diharapkan tercipta sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat kota Jambi.

 

Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mewujudkan Kota Jambi yang bersih, sehat, dan berdaya saing melalui penguatan ekonomi sirkular berbasis partisipasi masyarakat .

Exit mobile version