JAMBI – Setelah ditinggal sosok pemimpin yang bersahaja, Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, kini memasuki fase pemilihan pemimpin baru untuk menahkodai Universitas yang cukup tua di Provisinsi Jambi ini.
Salah satu sosok yang diharapakan dapat berkonstribusi dan membawa kemajuan pada lembaga perguruan tinggi Islam di Jambi ini adalah Prof. Dr. H. A. Syukri Saleh, M.A.
Bak gayung bersambut, Guru Besar dalam Ilmu Tafsir (Al-Qur’an) ini mengatakan siap untuk membawa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dalam menghadapi tantangan global
Prof. Syukri biasa ia disapa merupakan lulusan Doktor ( S3) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, S2 Magister ( MA) McGill University Kanda, dan Sarjana (S1) Ilmu Syariah lulusan IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Prof. Syukri berikhtiar akan membawa UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi sebagai kampus inklusif, dimana ini merupakan sebuah jawaban atas semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi digital hari ini.
Menurut Syukri, Perguruan Tinggi Islam khususnya UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi mesti menyiapkan mahasiswa dengan berbagai keahlian khusus di masa depan, misalnya penguatan bahasa Asing ( bahasa Inggris, Arab, Jepang.red ) dalam menghadapi persaingan global dan kemajuan teknologi digital. tersebut,
“Disamping itu, penguatan keilmuan pada masing-masing fakultas yang sudah ada juga tidak boleh dikesampingkan, terutama para dosen muda untuk terus mengembangkan potensi diri dan kualitas keilmuan,” ujarnya Kamis (7/11/2024).
“Di satu sisi program yang sudah baik dan berjalan selama ini juga akan terus di pertahankan dan tentunya di optimalkan,” timpalnya.
Lebih lanjut, Prof. Dr. H.A. Syukri Saleh, MA menuturkan jika ia ditakdirkan Allah menjadi Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin 2024-2028, ia akan melekan niat dasar pekerjaan nya ini sebagai pengabdian untuk membangun UIN. Hal ini karena segala sesuatunya itu dilihat dari niat nya.
Untuk itu, agar UIN mendapatkan perubahan yang lebih baik ia akan berkolaborasi dan bekerjasama dengan semua lembaga terkait di Universitas ini.
Prof. Syukri memiliki track record yang baik di dunia akademisi, ia pernah menjadi Direktur Pasca sarjana, Wakil Direktur, maupun Ketua Prodi di Pasca Sarjana IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.
Diluar dunia akademisi, Prof Syukri juga memiliki banyak pengalaman dan jam terbang yang tidak bisa diremehkan, ia pernah menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia ( MUI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Wakil Koordinator Dewan Hakim STQ nasional, Dewan Hakim Nasional Ilmu Tafsir, dan sebagai mantan Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi selama dua periode.
Dengan berbagai pengalaman inilah maka tak heran jika banyak yang berkeyakinan Prof. Syukri dapat membawa UIN Sultan Thaha Jambi menjadi lebih baik lagi.
Di satu sisi Prof.Syukri juga dikenal sebagai sosok yang teduh, low profile, amanah dan paham akan nilai-nilai agama.
Bahkan banyak juga yang menganggap Prof. Syukri Saleh dapat mengayomi semua unsur yang ada di UIN dan menyatukan perbedaan yang ada. selain itu juga mampu menjadi teladan dalam aktivitas akademik, spritualitas dan sosial. Hal ini tak lepas dari gaya kepemimpinan beliau yang santun dan sederhana.
“Semoga Allah memberikan yang terbaik dan meridhoi setiap langkah dan aktivitas kita,” ujar Prof Syukri mengakhiri pembicaraan.
Berita Terkait
Maulana Memimpin Rapat Evaluasi Realisasi APBD OPD Tahun Anggaran 2026. JAMBI – Memasuki semester kedua Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kota Jambi mulai menggenjot percepatan realisasi belanja daerah agar mampu menggerakkan perekonomian sekaligus memastikan seluruh program pembangunan selesai tepat waktu. Langkah itu ditegaskan Wali Kota Jambi Maulana saat memimpin evaluasi realisasi APBD bersama seluruh kepala OPD dan camat di Aula Bappeda Kota Jambi, Senin (6/7). Menurut Maulana, hingga awal Juli realisasi belanja daerah telah mendekati 50 persen, sedangkan pendapatan dari sektor pajak sudah mencapai sekitar 53 persen. Capaian tersebut dinilai masih sesuai dengan target, namun seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kecepatan pelaksanaan program agar manfaat APBD segera dirasakan masyarakat. “Belanja pemerintah harus menjadi stimulus ekonomi. Karena itu saya minta seluruh OPD mempercepat pelaksanaan kegiatan yang memang sudah siap dieksekusi,” ujar Maulana. Dalam evaluasi tersebut, Pemkot menemukan masih adanya ketimpangan antara progres pekerjaan di lapangan dengan pencairan anggaran. Sejumlah kegiatan telah selesai atau sedang berjalan secara fisik, tetapi realisasi keuangannya belum mengikuti perkembangan tersebut. Kondisi itu dinilai dapat menghambat perputaran anggaran yang seharusnya mampu mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Karena itu, Maulana meminta seluruh OPD segera menuntaskan proses administrasi agar penyerapan anggaran berjalan seiring dengan progres pekerjaan. Selain belanja, pemerintah juga mengevaluasi kinerja pendapatan daerah. Meski penerimaan pajak menunjukkan perkembangan positif, realisasi retribusi masih menghadapi tantangan akibat perubahan regulasi yang membuat sejumlah objek retribusi tidak lagi dapat dipungut. Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Jambi membentuk tim khusus yang bertugas merumuskan strategi optimalisasi pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat, sekaligus memastikan belanja pemerintah lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Maulana menegaskan hasil evaluasi pertengahan tahun ini akan menjadi acuan penting dalam penyusunan APBD 2027. Ia juga menetapkan evaluasi lanjutan pada akhir Agustus sebagai momentum mengukur percepatan yang telah dilakukan masing-masing OPD. “Kalau kita evaluasi lebih awal, masih ada waktu melakukan perbaikan. Jangan menunggu akhir tahun karena ruang untuk mengejar target sudah sangat terbatas,” katanya. Dengan percepatan realisasi APBD tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap belanja daerah tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pembangunan, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi daerah
Maulana Menerima Audensi Bersama Konsul jenderal Republik Tiongkok Membahas Kerja sama Antar Dua Negara. JAMBI, – Hubungan antara Kota Jambi dan Tiongkok berpotensi memasuki fase yang lebih luas. Tidak lagi terbatas pada sektor kesehatan, kerja sama yang selama ini terjalin dengan Kota Guangzhou kini diarahkan untuk menyentuh bidang teknologi, pendidikan, pariwisata hingga peningkatan kapasitas aparatur. Hal itu mengemuka saat Wali Kota Jambi Maulana menerima kunjungan kehormatan Konsul Jenderal Tiongkok, Mr. Kuang, di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (25/6). Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi, Kepala Dinas Pariwisata, serta jajaran Bagian Kerja Sama Pemerintah Kota Jambi. Maulana mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan yang selama ini telah dibangun antara Kota Jambi dan Guangzhou. Salah satu kerja sama yang telah berjalan adalah pengembangan layanan telemedicine di bidang kesehatan. “Selama ini saya sudah berkolaborasi dengan wali kota Guangzhou dan Pemerintah Kota Guangzhou sehingga kita bekerja sama dalam hal telemedicine di bidang kesehatan. Sudah beberapa tenaga kesehatan kita mendapat pelatihan tentang pengembangan telemedicine di Guangzhou,” ujar Maulana. Menurutnya, Konsul Jenderal Tiongkok menawarkan dukungan untuk meningkatkan level kerja sama ke sektor yang lebih luas. Selain kesehatan, peluang kolaborasi terbuka di bidang teknologi, pelatihan aparatur pemerintah, pendidikan, hingga pengembangan pariwisata. Salah satu topik yang menarik perhatian dalam pertemuan tersebut adalah sejarah besar Candi Muaro Jambi yang memiliki keterkaitan dengan peradaban Tiongkok. Maulana menjelaskan bahwa kisah Biksu Satyakirti dan Biksu I-Tsing menjadi jembatan sejarah yang dapat memperkuat hubungan kedua wilayah. “Beliau sangat tertarik dengan sejarah peradaban Candi Muaro Jambi, di mana Biksu Satyakirti menjadi guru dari I-Tsing. I-Tsing belajar sekitar 10 hingga 12 tahun di Candi Muaro Jambi sebelum kemudian menyebarkan ajaran Buddha ke Tiongkok. Karena itu beliau ingin meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata,” katanya. Bagi Pemerintah Kota Jambi, sektor pariwisata dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Kehadiran wisatawan tidak hanya menggerakkan sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain pariwisata, peluang kerja sama pendidikan juga menjadi pembahasan utama. Pemerintah Tiongkok menawarkan kolaborasi pengembangan pendidikan bahasa Mandarin, bahasa Inggris, hingga berbagai program akademik melalui kemitraan antara perguruan tinggi di Tiongkok dan institusi pendidikan tinggi di Indonesia. “Beliau juga menawarkan kolaborasi yang sangat baik di bidang pendidikan, baik pendidikan bahasa maupun bidang lainnya dengan melibatkan beberapa perguruan tinggi di Tiongkok untuk meningkatkan pertukaran pelajar dan kerja sama akademik,” ungkap Maulana. Sementara itu, Konsul Jenderal Tiongkok, Mr. Kuang, mengaku terkesan dengan Kota Jambi yang menurutnya memiliki potensi besar untuk berkembang melalui kerja sama internasional. Kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertamanya datang ke Jambi. “Saya sangat senang datang ke Jambi. Ini pertama kali saya datang ke Jambi yang indah. Saya sangat senang bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan Pak Wali Kota. Pertemuan ini sangat bermanfaat dan sangat baik,” ujar Mr. Kuang. Ia menilai hubungan sejarah yang telah terjalin sejak ratusan bahkan lebih dari seribu tahun lalu menjadi fondasi kuat bagi kedua pihak untuk membangun kerja sama yang lebih konkret di masa depan. “Seperti yang disebutkan Pak Wali Kota, Tiongkok dan Jambi memiliki sejarah kerja sama yang sangat panjang. Itu menjadi landasan yang sangat kuat untuk menjalankan kerja sama kedua pihak,” katanya. Mr. Kuang juga menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat Kota Jambi yang dinilainya ramah dan terbuka. Bahkan, ia menyatakan kesediaannya untuk ikut mempromosikan potensi Kota Jambi kepada berbagai pihak di Tiongkok. “Saya melihat Kota Jambi sangat indah dan masyarakatnya sangat ramah. Saya bersedia menjadi bagian dalam mempromosikan potensi Jambi, baik di bidang ekonomi, pariwisata, teknologi maupun kerja sama lainnya,” ujarnya. Pertemuan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan Jambi dan Tiongkok tidak lagi hanya berbicara tentang nota kesepahaman. Fokus berikutnya adalah menerjemahkan berbagai peluang yang ada menjadi program nyata yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, memperkuat daya saing daerah, dan membuka pintu investasi serta pertukaran pengetahuan di masa depan.
Post Views: 539