JAMBI – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi menggelar kegiatan Gerakan Pejabat Daerah dan Aghniya’ Berzakat serta Penyerahan Secara Simbolis bantuan kepada Mustahik dan Pekerja Harian Lepas (PHL), bertempat di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Jumat (13/03/2026).
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, turut dilakukan penyerahan santunan kebakaran kepada 10 Kepala Keluarga di kota Jambi oleh BAZNAS Kota Jambi dengan jumlah bantuan sebesar Rp. 102.000.000,- melalui program Jambi Kota Peduli Tahun 1447 H/2026 bertepatan dengan 23 Ramadhan 1447 Hijriah.
Penyerahan bantuan tersebut di serahkan simbolis oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG. Hal ini sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.
Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana mengajak para pejabat daerah serta para aghniya atau pengusaha yang memiliki kemampuan ekonomi untuk menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi negara, yakni Baznas.
Menurutnya, zakat yang disalurkan melalui lembaga resmi akan dikelola secara akuntabel dan transparan serta dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami mengimbau untuk berzakat melalui Baznas sebagai lembaga resmi yang akuntabel. Penyalurannya juga kembali untuk masyarakat kita, untuk mendorong menurunkan angka kemiskinan dan memberikan produktivitas bagi keluarga yang kurang mampu agar bisa berusaha sehingga pada waktunya mendapatkan penghasilan yang cukup,” tuturnya.
Dikesempatan itu, Maulana juga mengingatkan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia meminta Lurah dan Ketua RT untuk melakukan sosialisasi kepada warga, terutama bagi masyarakat yang akan mudik agar memastikan rumah dalam kondisi aman.
“Kita akan menghadapi Lebaran, aktivitas masak-memasak meningkat, kemudian banyak yang mudik sehingga rumah kosong. Saya sudah minta lurah melalui RT untuk sosialisasi, jika mudik semua yang membahayakan dilepas dan rumah dititipkan kepada tetangga,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga terus meningkatkan kebersihan lingkungan, khususnya di jalan protokol dan jalur lintas yang akan dilalui pemudik, serta melakukan perawatan taman kota agar tetap asri dan nyaman.
“Kita ingin menyambut Idul Fitri dengan Kota Jambi yang bersih, nyaman dan indah, sehingga para pemudik yang datang dapat melihat wajah Kota Jambi yang tertata,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Jambi Muhammad Padli menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mengajak para pejabat daerah dan para aghniya agar menyalurkan zakat melalui Baznas Kota Jambi.
Ia menjelaskan bahwa BAZNAS Kota Jambi saat ini tengah melakukan transformasi pengelolaan zakat dari zakat konsumtif menuju zakat produktif guna meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.
Padli menyebutkan bahwa dari 15 tenant program zakat produktif yang dibina Baznas Kota Jambi, sebanyak 5 tenant telah berhasil berkembang hingga mampu menunaikan zakat.
“Ini merupakan indikator keberhasilan program zakat produktif yang kita jalankan. Bahkan kisah inspiratif ini telah diikutsertakan dalam kompetisi nasional dan berhasil meraih juara tiga nasional serta menjadi tim favorit dari peserta yang berasal dari 15 provinsi dan 47 kabupaten/kota di Indonesia,” ungkapnya.
Melalui gerakan berzakat tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat, khususnya para pejabat dan pengusaha muslim, semakin meningkat dalam menunaikan kewajiban zakat sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Jambi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Kota Jambi, Plh Sekretaris Daerah Kota Jambi Dr. H. Mulyadi, S.Pd., M.Pd, para Asisten Wali Kota dan Asisten Daerah Pemerintah Kota Jambi, seluruh Kepala Perangkat Daerah, jajaran pimpinan dan pengurus Baznas Kota Jambi, para Kepala Bagian, Camat se-Kota Jambi, pimpinan bank dan mitra Baznas Kota Jambi serta masyarakat penerima bantuan.
Berita Terkait
Maulana Memimpin Rapat Evaluasi Realisasi APBD OPD Tahun Anggaran 2026. JAMBI – Memasuki semester kedua Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kota Jambi mulai menggenjot percepatan realisasi belanja daerah agar mampu menggerakkan perekonomian sekaligus memastikan seluruh program pembangunan selesai tepat waktu. Langkah itu ditegaskan Wali Kota Jambi Maulana saat memimpin evaluasi realisasi APBD bersama seluruh kepala OPD dan camat di Aula Bappeda Kota Jambi, Senin (6/7). Menurut Maulana, hingga awal Juli realisasi belanja daerah telah mendekati 50 persen, sedangkan pendapatan dari sektor pajak sudah mencapai sekitar 53 persen. Capaian tersebut dinilai masih sesuai dengan target, namun seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kecepatan pelaksanaan program agar manfaat APBD segera dirasakan masyarakat. “Belanja pemerintah harus menjadi stimulus ekonomi. Karena itu saya minta seluruh OPD mempercepat pelaksanaan kegiatan yang memang sudah siap dieksekusi,” ujar Maulana. Dalam evaluasi tersebut, Pemkot menemukan masih adanya ketimpangan antara progres pekerjaan di lapangan dengan pencairan anggaran. Sejumlah kegiatan telah selesai atau sedang berjalan secara fisik, tetapi realisasi keuangannya belum mengikuti perkembangan tersebut. Kondisi itu dinilai dapat menghambat perputaran anggaran yang seharusnya mampu mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Karena itu, Maulana meminta seluruh OPD segera menuntaskan proses administrasi agar penyerapan anggaran berjalan seiring dengan progres pekerjaan. Selain belanja, pemerintah juga mengevaluasi kinerja pendapatan daerah. Meski penerimaan pajak menunjukkan perkembangan positif, realisasi retribusi masih menghadapi tantangan akibat perubahan regulasi yang membuat sejumlah objek retribusi tidak lagi dapat dipungut. Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Jambi membentuk tim khusus yang bertugas merumuskan strategi optimalisasi pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat, sekaligus memastikan belanja pemerintah lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Maulana menegaskan hasil evaluasi pertengahan tahun ini akan menjadi acuan penting dalam penyusunan APBD 2027. Ia juga menetapkan evaluasi lanjutan pada akhir Agustus sebagai momentum mengukur percepatan yang telah dilakukan masing-masing OPD. “Kalau kita evaluasi lebih awal, masih ada waktu melakukan perbaikan. Jangan menunggu akhir tahun karena ruang untuk mengejar target sudah sangat terbatas,” katanya. Dengan percepatan realisasi APBD tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap belanja daerah tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pembangunan, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi daerah
Maulana Menerima Audensi Bersama Konsul jenderal Republik Tiongkok Membahas Kerja sama Antar Dua Negara. JAMBI, – Hubungan antara Kota Jambi dan Tiongkok berpotensi memasuki fase yang lebih luas. Tidak lagi terbatas pada sektor kesehatan, kerja sama yang selama ini terjalin dengan Kota Guangzhou kini diarahkan untuk menyentuh bidang teknologi, pendidikan, pariwisata hingga peningkatan kapasitas aparatur. Hal itu mengemuka saat Wali Kota Jambi Maulana menerima kunjungan kehormatan Konsul Jenderal Tiongkok, Mr. Kuang, di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (25/6). Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi, Kepala Dinas Pariwisata, serta jajaran Bagian Kerja Sama Pemerintah Kota Jambi. Maulana mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan yang selama ini telah dibangun antara Kota Jambi dan Guangzhou. Salah satu kerja sama yang telah berjalan adalah pengembangan layanan telemedicine di bidang kesehatan. “Selama ini saya sudah berkolaborasi dengan wali kota Guangzhou dan Pemerintah Kota Guangzhou sehingga kita bekerja sama dalam hal telemedicine di bidang kesehatan. Sudah beberapa tenaga kesehatan kita mendapat pelatihan tentang pengembangan telemedicine di Guangzhou,” ujar Maulana. Menurutnya, Konsul Jenderal Tiongkok menawarkan dukungan untuk meningkatkan level kerja sama ke sektor yang lebih luas. Selain kesehatan, peluang kolaborasi terbuka di bidang teknologi, pelatihan aparatur pemerintah, pendidikan, hingga pengembangan pariwisata. Salah satu topik yang menarik perhatian dalam pertemuan tersebut adalah sejarah besar Candi Muaro Jambi yang memiliki keterkaitan dengan peradaban Tiongkok. Maulana menjelaskan bahwa kisah Biksu Satyakirti dan Biksu I-Tsing menjadi jembatan sejarah yang dapat memperkuat hubungan kedua wilayah. “Beliau sangat tertarik dengan sejarah peradaban Candi Muaro Jambi, di mana Biksu Satyakirti menjadi guru dari I-Tsing. I-Tsing belajar sekitar 10 hingga 12 tahun di Candi Muaro Jambi sebelum kemudian menyebarkan ajaran Buddha ke Tiongkok. Karena itu beliau ingin meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata,” katanya. Bagi Pemerintah Kota Jambi, sektor pariwisata dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Kehadiran wisatawan tidak hanya menggerakkan sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain pariwisata, peluang kerja sama pendidikan juga menjadi pembahasan utama. Pemerintah Tiongkok menawarkan kolaborasi pengembangan pendidikan bahasa Mandarin, bahasa Inggris, hingga berbagai program akademik melalui kemitraan antara perguruan tinggi di Tiongkok dan institusi pendidikan tinggi di Indonesia. “Beliau juga menawarkan kolaborasi yang sangat baik di bidang pendidikan, baik pendidikan bahasa maupun bidang lainnya dengan melibatkan beberapa perguruan tinggi di Tiongkok untuk meningkatkan pertukaran pelajar dan kerja sama akademik,” ungkap Maulana. Sementara itu, Konsul Jenderal Tiongkok, Mr. Kuang, mengaku terkesan dengan Kota Jambi yang menurutnya memiliki potensi besar untuk berkembang melalui kerja sama internasional. Kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertamanya datang ke Jambi. “Saya sangat senang datang ke Jambi. Ini pertama kali saya datang ke Jambi yang indah. Saya sangat senang bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan Pak Wali Kota. Pertemuan ini sangat bermanfaat dan sangat baik,” ujar Mr. Kuang. Ia menilai hubungan sejarah yang telah terjalin sejak ratusan bahkan lebih dari seribu tahun lalu menjadi fondasi kuat bagi kedua pihak untuk membangun kerja sama yang lebih konkret di masa depan. “Seperti yang disebutkan Pak Wali Kota, Tiongkok dan Jambi memiliki sejarah kerja sama yang sangat panjang. Itu menjadi landasan yang sangat kuat untuk menjalankan kerja sama kedua pihak,” katanya. Mr. Kuang juga menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat Kota Jambi yang dinilainya ramah dan terbuka. Bahkan, ia menyatakan kesediaannya untuk ikut mempromosikan potensi Kota Jambi kepada berbagai pihak di Tiongkok. “Saya melihat Kota Jambi sangat indah dan masyarakatnya sangat ramah. Saya bersedia menjadi bagian dalam mempromosikan potensi Jambi, baik di bidang ekonomi, pariwisata, teknologi maupun kerja sama lainnya,” ujarnya. Pertemuan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan Jambi dan Tiongkok tidak lagi hanya berbicara tentang nota kesepahaman. Fokus berikutnya adalah menerjemahkan berbagai peluang yang ada menjadi program nyata yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, memperkuat daya saing daerah, dan membuka pintu investasi serta pertukaran pengetahuan di masa depan.
Post Views: 76