Dosen UNJA dan Unbari Dampingi Warga Desa Ibru Ubah Limbah Kolam Jadi Pupuk Bernilai

banner 468x60

JAMBI – Desa Ibru, sebuah desa dengan potensi pertanian yang besar. Desa ini juga masih kental dengan suasana kebersamaan dan tradisi gotong royong, baru-baru ini menjadi lokasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen Universitas Jambi (UNJA) yang terdiri dari Dr. Ardiyaningsih Puji Lestari, M.P. (Fakultas Pertanian Unja), Prof. Dr. Ir. Adriani, M.Si.(Fakultas Peternakan Unja), Drs. H. Hayata, MP (Fakultas Pertanian Unbari), dan juga bersama tim mahasiswa. Kegiatan ini fokus pada isu yang sangat dekat dengan kehidupan warga: bagaimana memanfaatkan limbah air kolam ikan agar tidak mencemari lingkungan, sekaligus memberi nilai tambah sebagai pupuk organik.

 

banner 325x300

Dari Masalah Lingkungan ke Solusi Kreatif

Warga desa Ibru mulai melakukan budi daya Ikan, baik untuk dijual kembali ataupun konsumsi pribadi. Namun, ada amsalah lain yang dihadapi warga, yaitu limbah air kolam yang keruh dan penuh endapan sisa pakan sering dibuang begitu saja ke saluran atau ke lingkungan terbuka. Praktik ini bukan hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Sebenarnya, masyarakat menyadari bahwa air limbah kolam ikan memiliki potensi yang bagus untuk pupuk, namun masyarakat tidak tahu bagaimana mengolah limbah tersebut menjadi pupuk. Padahal pupuk sangat dibutuhkan untuk aktivitas pertanian di Desa Ibru. Situasi ini menunjukkan perlunya solusi yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membawa manfaat ekonomi. Inilah yang mendorong tim dosen UNJA datang dengan ide sederhana namun berdampak: mengolah limbah air kolam menjadi pupuk organik cair.

Suasana Persiapan yang Penuh Semangat

Kegiatan dimulai dengan persiapan bahan-bahan. Warga, dosen,dan mahasiswa bahu-membahu menyiapkan alat dan bahan untuk membantu proses pengolahan. Meski terlihat teknis, suasana berlangsung akrab. Warga terlihat bersemangat karena merasa dilibatkan sejak tahap awal. “Kalau persiapannya dilakukan bersama, kita jadi lebih mengerti dan mudah mempraktikkannya lagi di rumah,” kata salah satu ibu rumah tangga yang turut hadir. Bahan yang disiapkan oleh masyarakat adalah berupa tumbuhan rimpangs ednagkan Unja membawa Teknologi yang dapat digunakan untuk mengolah limbah menjadi pupuk yaitu STARBO-AFE. STARBO-AFE adalah teknologi ramah lingkungan yang dikembangkan Universitas Jambi untuk mengolah limbah organik menjadi pupuk cair berkualitas. Prosesnya memanfaatkan agen fermentasi efektif, sehingga limbah lebih cepat terurai, mengurangi pencemaran, sekaligus menghasilkan pupuk yang meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan.

 

Peran Kampus untuk Desa

Sebelum kegiatan ini, sebagian warga mengaku hanya bisa “pasrah” dengan kondisi banjir kecil atau bau tidak sedap akibat air kolam. Namun setelah belajar, mereka merasa lebih percaya diri. Transformasi cara pandang ini adalah salah satu hasil penting pengabdian masyarakat: mengubah kebiasaan lama menjadi lebih produktif.

Kegiatan ini membuktikan bahwa peran kampus tidak hanya terbatas di ruang kuliah, tapi juga hadir nyata di tengah masyarakat. Universitas, melalui dosen dan mahasiswa, bisa menjadi katalis perubahan dengan menawarkan solusi sederhana namun relevan.

Kolaborasi ini juga menciptakan hubungan dua arah: kampus memberi ilmu, masyarakat memberi pengalaman nyata. Mahasiswa yang terlibat pun mengaku banyak belajar dari warga, terutama tentang kearifan lokal dan semangat gotong royong.(*)

 

 

Foto : Kondisi awal, limbahnya dibuang.

Foto, Kolam ikan, limbah airnya dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *