MUARO JAMBI – Wali Kota Jambi, Maulana, menghadiri upacara pembukaan Jambore Daerah Jambi Tahun 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti Musa, Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (21/6/2026).
Pada kegiatan tersebut, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Jambi mengirimkan 51 penggalang terbaik untuk mengikuti jambore yang menjadi ajang pembinaan karakter, kepemimpinan, dan persaudaraan antar anggota Pramuka se-Provinsi Jambi.
Usai mengikuti upacara pembukaan, Maulana menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang mewakili Kota Jambi. Ia berharap seluruh penggalang dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat serta menjaga nama baik daerah selama jambore berlangsung.
“Alhamdulillah tadi kita sudah mengikuti upacara pembukaan dengan penuh semangat. Kami berpesan kepada adik-adik penggalang yang mengikuti kegiatan ini agar selalu menjaga kekompakan, semangat, serta menjaga nama baik Kwarcab Kota Jambi,” ujar Maulana.
Menurutnya, Jambore Daerah merupakan momentum penting bagi generasi muda untuk mengembangkan karakter, disiplin, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan melalui berbagai kegiatan kepramukaan yang edukatif dan membangun.
Selain upacara pembukaan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan komitmen integritas anti perundungan (bullying), anti kekerasan, dan anti diskriminasi di lingkungan kepramukaan. Komitmen tersebut menjadi bentuk keseriusan Gerakan Pramuka dalam menciptakan ruang belajar dan berinteraksi yang aman, nyaman, serta ramah bagi seluruh peserta.
Maulana menyambut baik komitmen tersebut dan berharap nilai-nilai saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menjauhi segala bentuk kekerasan dapat terus ditanamkan kepada generasi muda.
“Dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan, kita ingin melahirkan generasi muda yang berkarakter kuat, berintegritas, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Berita Terkait
Maulana Memimpin Rapat Evaluasi Realisasi APBD OPD Tahun Anggaran 2026. JAMBI – Memasuki semester kedua Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kota Jambi mulai menggenjot percepatan realisasi belanja daerah agar mampu menggerakkan perekonomian sekaligus memastikan seluruh program pembangunan selesai tepat waktu. Langkah itu ditegaskan Wali Kota Jambi Maulana saat memimpin evaluasi realisasi APBD bersama seluruh kepala OPD dan camat di Aula Bappeda Kota Jambi, Senin (6/7). Menurut Maulana, hingga awal Juli realisasi belanja daerah telah mendekati 50 persen, sedangkan pendapatan dari sektor pajak sudah mencapai sekitar 53 persen. Capaian tersebut dinilai masih sesuai dengan target, namun seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kecepatan pelaksanaan program agar manfaat APBD segera dirasakan masyarakat. “Belanja pemerintah harus menjadi stimulus ekonomi. Karena itu saya minta seluruh OPD mempercepat pelaksanaan kegiatan yang memang sudah siap dieksekusi,” ujar Maulana. Dalam evaluasi tersebut, Pemkot menemukan masih adanya ketimpangan antara progres pekerjaan di lapangan dengan pencairan anggaran. Sejumlah kegiatan telah selesai atau sedang berjalan secara fisik, tetapi realisasi keuangannya belum mengikuti perkembangan tersebut. Kondisi itu dinilai dapat menghambat perputaran anggaran yang seharusnya mampu mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Karena itu, Maulana meminta seluruh OPD segera menuntaskan proses administrasi agar penyerapan anggaran berjalan seiring dengan progres pekerjaan. Selain belanja, pemerintah juga mengevaluasi kinerja pendapatan daerah. Meski penerimaan pajak menunjukkan perkembangan positif, realisasi retribusi masih menghadapi tantangan akibat perubahan regulasi yang membuat sejumlah objek retribusi tidak lagi dapat dipungut. Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Jambi membentuk tim khusus yang bertugas merumuskan strategi optimalisasi pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat, sekaligus memastikan belanja pemerintah lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Maulana menegaskan hasil evaluasi pertengahan tahun ini akan menjadi acuan penting dalam penyusunan APBD 2027. Ia juga menetapkan evaluasi lanjutan pada akhir Agustus sebagai momentum mengukur percepatan yang telah dilakukan masing-masing OPD. “Kalau kita evaluasi lebih awal, masih ada waktu melakukan perbaikan. Jangan menunggu akhir tahun karena ruang untuk mengejar target sudah sangat terbatas,” katanya. Dengan percepatan realisasi APBD tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap belanja daerah tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pembangunan, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi daerah
Post Views: 69