Warga Mulai Rasakan Manfaat Jargas

banner 468x60

 

JAMBI – Manfaat Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga (jargas) saat ini sudah dirasakan sebagian warga Kota Jambi.

banner 325x300

 

Meinde Silabhan, warga Kelurahan The Hok, mengaku telah menggunakan jargas sejak 2014.

 

Selama hampir 12 tahun, ia tidak pernah lagi khawatir kehabisan gas untuk kebutuhan memasak.

 

“Di rumah ada lima orang dewasa dan tiga anak-anak. Kebutuhan masak cukup banyak,” ujarnya beberpa waktu yang lalu.

 

Ia menyebut, biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp50 ribu hingga Rp100 ribu per bulan.

 

“Jauh lebih hemat dibandingkan pakai LPG. Tidak ada kendala juga, dulu sempat khawatir, tapi ternyata aman,” katanya.

 

Di sisi lain, warga yang belum menikmati jargas berharap program ini segera terealisasi di wilayah mereka.

 

Aisya, warga Kenali Asam, mengaku sudah lama menunggu pemasangan jargas di lingkungannya.

 

“Beberapa tahun lalu sudah didata, tapi sampai sekarang belum ada. Pipanya saja belum dipasang,” ujarnya.

 

Saat ini, ia masih menggunakan LPG 3 kilogram yang dibeli di warung dengan harga bervariasi antara Rp25 ribu hingga Rp40 ribu per tabung.

 

“Dulu punya kartu untuk beli di agen, tapi sekarang tidak berlaku lagi,” katanya.

 

Ia berharap jargas segera masuk ke wilayahnya karena dinilai lebih hemat.

 

“Semoga cepat terealisasi, lumayan bisa menghemat,” ujarnya.

 

Harapan serupa disampaikan Hany, warga Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Jelutung.

 

Menurutnya, kehadiran jargas akan memudahkan masyarakat karena tidak perlu lagi mengantri untuk mendapatkan gas LPG.

 

“Antri itu ribet, apalagi saya harus kerja. Semoga jargas ini cepat terealisasi,” katanya.

 

Pemerintah Kota Jambi sejatinya menjadikan program jargas sebagai prioritas utama. Targetnya jelas, seluruh rumah di Kota Jambi dapat teraliri jargas secara bertahap.

 

Program ini masuk dalam skema Kartu Bahagia yang digagas Wali Kota Jambi, Maulana. Tujuannya tidak sekadar menghadirkan energi alternatif, tetapi juga menekan beban pengeluaran rumah tangga dan mengurangi ketergantungan terhadap LPG 3 kilogram.

 

Di tengah dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang menjadi salah satu sumber impor LPG Indonesia, potensi kenaikan harga menjadi ancaman nyata. Jargas dinilai sebagai solusi jangka panjang yang lebih stabil.

 

Maulana menyebut, penggunaan jargas mampu memberikan penghematan yang cukup signifikan bagi masyarakat, bahkan mencapai Rp150 ribu per bulan.

 

“Penghematan ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, seperti makanan bergizi dan pendidikan anak. Selain itu, warga tidak perlu lagi mengantri LPG 3 kilogram,” ujarnya.

 

Ia menegaskan, program jargas akan terus didorong hingga menjangkau seluruh rumah tangga di Kota Jambi.

 

“Ini menjadi program prioritas dan akan terus kita usahakan,” tegasnya.

 

Untuk merealisasikan hal tersebut, dibutuhkan anggaran besar. Pada tahun 2025, pembangunan jargas di Kota Jambi mendapat alokasi sekitar Rp140 miliar dari pemerintah pusat, dengan target 15 ribu sambungan rumah tangga.

 

Saat ini, total sambungan jargas di Kota Jambi telah mencapai sekitar 28 ribu rumah tangga. Jumlah ini akan terus bertambah seiring perluasan jaringan yang dilakukan pemerintah.

 

Di sisi lain, Maulana juga meminta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Jambi ikut aktif mensosialisasikan manfaat jargas kepada masyarakat.

 

Apalagi, dalam proses pemasangan pipa, sering terjadi gangguan sementara seperti galian di badan jalan yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

 

“Kami minta ASN ikut memberikan pemahaman kepada masyarakat. Memang ada sedikit gangguan saat pemasangan, tapi manfaat jangka panjangnya sangat besar,” katanya saat memimpin apel bersama, 30 Maret 2026 lalu.

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *