Berita  

Batita 3 Tahun di Jambi Derita Leukimia, Wawako Diza Hazra Siapkan Pendampingan dan Rujukan Berobat

banner 468x60

JAMBI – Nasib pilu menimpa seorang anak perempuan asal Kota Jambi bernama Abrina Plesiah, Batita berumur 3 tahun tersebut saat ini tengah berjuang melawan penyakit leukimia.

 

banner 325x300

Saat ini Batita yang akrab disapa Cia tersebut kini dirawat intensif di ruang ICU RSUD Raden Mattaher Jambi sejak beberapa hari terakhir.

 

Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kota Jambi. Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha bahkan datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi Cia sekaligus memastikan penanganan medis yang diterima.

 

Orang tua Abrina, Pernandes Sihombing, mengaku sangat terharu dan bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah terhadap kondisi anaknya.

 

“Saya sebagai masyarakat kecil sangat senang diperhatikan. Tadi Pak Wakil Wali Kota juga ingin membantu kami, termasuk menindaklanjuti kemungkinan anak kami dirujuk berobat ke Jakarta atau Palembang,” ujar Pernandes saat diwawancarai, Kamis (05/03/2026).

 

Ia menjelaskan bahwa saat ini anaknya masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU dan keluarga masih menunggu keputusan dari pihak rumah sakit terkait rujukan pengobatan lanjutan.

 

“Saat ini kami masih menunggu dari pihak rumah sakit akan dirujuk ke mana,” ujarnya singkat.

 

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha mengatakan kunjungannya ke RSUD Raden Mattaher bertujuan melihat langsung kondisi anak yang didiagnosis awal menderita leukimia tersebut.

 

Menurut Diza, kondisi Cia cukup mengharukan karena usianya yang masih sangat kecil harus menghadapi penyakit serius.

 

“Anak ini baru berusia tiga tahun. Kami tentu sangat prihatin atas musibah yang dialami. Atas nama Pemerintah Kota Jambi kami siap membantu dalam pendampingan sesuai dengan kapasitas kami,” kata Diza.

 

Ia menegaskan, apabila nantinya pasien harus dirujuk ke luar daerah seperti Jakarta atau Palembang, Pemkot Jambi siap membantu berbagai kebutuhan keluarga selama proses pengobatan.

 

“Jika Cia dirujuk ke Jakarta atau Palembang, kami akan membantu mulai dari konsumsi hingga tempat tinggal selama menjalani pengobatan,” jelasnya.

 

Diza menambahkan, saat menjenguk Cia di ruang perawatan, kondisi anak tersebut masih bisa diajak berkomunikasi meskipun tubuhnya terlihat sangat lemah.

 

“Tadi saat kami melihat, anaknya masih bisa tersenyum dan diajak berkomunikasi, tetapi kondisinya memang sangat lemas,” ujarnya.

 

Untuk membantu biaya pengobatan, Pemerintah Kota Jambi juga memanfaatkan program Kartu Jambi Bugar agar pasien bisa mendapatkan layanan kesehatan yang maksimal, termasuk jika harus dirujuk ke luar Provinsi Jambi.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Jambi Yunita Indrawati mengatakan pihaknya langsung turun tangan setelah menerima laporan dari tim lapangan mengenai kondisi keluarga pasien yang kesulitan biaya pengobatan.

 

“Setelah tim turun langsung ke rumah, diketahui anak tersebut belum memiliki jaminan kesehatan. Kami langsung mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM),” kata Yunita.

 

Selain itu, pemerintah juga telah membantu pengurusan akses layanan kesehatan melalui program Jambi Bugar agar pasien bisa mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

 

Yunita menjelaskan, berdasarkan pengecekan data, keluarga pasien termasuk dalam kategori masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah.

“Keluarga ini masuk dalam data desil 1 sampai 5, dan kepala keluarga bekerja serabutan,” jelasnya.

 

Ia menegaskan, apabila nantinya pasien harus dirujuk ke luar daerah, Pemerintah Kota Jambi siap memfasilitasi kebutuhan transportasi hingga rumah singgah bagi keluarga selama proses pengobatan.

 

“Kami dari Pemerintah Kota Jambi akan terus melayani masyarakat. Jika ada laporan seperti ini, tentu akan langsung kami tindak lanjuti,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *