JAMBI – Hari pertama masuk kerja usai libur dan kebijakan work from home (WFH) Idul Fitri 1447 Hijriah, Wali Kota Jambi Maulana langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap aparatur sipil negara (ASN), Senin (30/3/2026).
Menariknya, sidak kali ini dilakukan secara online dari Ruang Jambi City Operation Center (JCOC), dengan memanfaatkan teknologi untuk memantau kehadiran dan kesiapan pelayanan di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD).
Tak hanya OPD, pemantauan juga mencakup unit pelayanan publik seperti sekolah, puskesmas, rumah sakit, hingga kantor camat dan lurah.
Maulana mengatakan, metode sidak online dipilih karena lebih efisien dan mampu menjangkau seluruh instansi dalam waktu bersamaan.
“Kalau dilakukan satu per satu tentu tidak cukup waktu. Dengan teknologi saat ini, kita bisa memantau semuanya secara online, termasuk data kehadiran dan kesiapan pelayanan,” ujarnya.
Dari hasil sidak tersebut, tercatat sebanyak 10.082 pegawai di lingkungan Pemkot Jambi. Dari jumlah itu, 9.872 pegawai hadir tepat waktu atau mencapai 97,92 persen.
Sementara sisanya tidak hadir dengan berbagai keterangan, mulai dari cuti tahunan, sakit, hingga alasan kedukaan karena orang tua meninggal dunia.
Namun, masih terdapat sekitar 0,5 persen pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan.
“Yang tanpa keterangan ini akan kita rekap sore ini, kita lihat posisinya di mana. Kalau tidak ada alasan yang kuat, akan diberikan surat teguran tertulis,” tegas Maulana.
Dalam sidak tersebut, Maulana juga memastikan seluruh unit pelayanan tetap berjalan optimal, terutama pasca libur panjang Lebaran.
Ia menekankan pentingnya disiplin ASN sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.
“Kita ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik sejak hari pertama masuk kerja,” pungkasnya.














