Berita  

Ditengah Kesibukan Giat Lemhanas, Maulana Menyempatkan diri Mempresentasikan Prestasi Jambi dan di Ganjar Penghargaan Oleh I-SIM

banner 468x60

JAMBI – Ditengah kesibukan Wali Kota Jambi Maulana dalam mengikuti kegiatan Lemhanas, ia masih sempat memperentasikan pestasi Kota Jambi dalam program Integrate Sustainable Indonesia Movement (I-SIM) 2025.

 

banner 325x300

Dalam program kolaborasi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dengan PT Surveyor Indonesia, Pemkot Jambi di ganjar penghargan di bidang innovasi.

 

Dimana Pemkot Jambi masuk TOP 5 dalam kategori bidang Innovasi pada Integrate Sustainable Indonesia Movement (I-SIM) 2025.

 

Wali Kota Jambi Maulana mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Apeksi dan PT Surveyor Indonesia yang telah membuat program I-SIM dimana tahun ini Kota Jambi masuk TOP 5 dalam bidang Innovasi.

 

Di ceritakan Maulana, Kota Jambi saat ini memang memiliki program Lagro yang berarti Lahan Abadi Agro Kota Jambi. Dimana Program ini mengendalikan inflasi di Kota Jambi.

 

“Program ini dilatar belakangi oleh tingginya inflasi di Kota Jambi beberapa waktu yang lalu, dimana komoditi cabai menjadi penyumbang terbesarnya,” ujarnya Senin (17/11/2025) via pesan WhatsApp.

 

“Di Kota Jambi itu, kebutuhan cabai mencapai 12 ton perhari, sementara itu 82 persen produksi cabai dari luar kota,” timpalnya.

 

Oleh itu, Pemkot Jambi memanfaatkan lahan Pemkot Jambi untuk di kembangkan menjadi pertanian cabai.

 

Dimana Program ini bekerjasama dengan masyakat dan kelompok tani sebagai pengarang lahan.

 

Hadirnya lahan ini, nyatanya mampu menekan laju inflasi di Kota Jambi, Khususnya mendekati hari-hari perayaan keagamaan.

 

Di satu sisi, dengan dilakukan pengawasan dan pembinaan produksi cabai di Kota Jambi juga mampu di tingkatkan.

 

Dimana untuk petani biasa dalam satu hektar lahan menghasilkan sekitar 6,5 ton cabai, di Lagro satu hektar lahan mampu menghasilkan 9-10 Ton cabai.

 

“Jadi produksi cabai kita sekitar 100 ton di lahan ini,” ujar Maulana.

 

Dalam mengembangkan Lagro, Pemkot Jambi juga mengandeng instansi terkait mulai dari Bank Indonesia hingga BMKG.

 

Saat ini, Lagro ini tidak hanya mampu menekan inflasi tapi juga meningkatkan perekonomian masyakat.

 

Selain itu, di jadikan kawasan agro wisata. “Di kota itu, pertanian itu menjadi sesuatu yang unik, untuk itu bisa menarik minat masyarakat, khususnya pelajar di tingkat SD dan SMP,” ujar Maulana.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *