Berita  

HUT kota Jambi yang ke-80 dan tanah pilih Pusako Betuah yang ke 625 tahun.

banner 468x60

 

JAMBI – Memasuki usia ke-80, Pemerintah Kota Jambi mulai menegaskan arah pembangunan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, tema “Pertumbuhan dan Kemajuan untuk Kota Jambi yang Bahagia dan Berkelanjutan” bukan sekadar slogan peringatan hari jadi, melainkan komitmen pemerintah dalam membangun kota yang maju tanpa mengabaikan kualitas hidup warga dan kelestarian lingkungan.

banner 325x300

Menurut Maulana, pembangunan Kota Jambi saat ini diarahkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, terutama melalui program sosial, pendidikan dan perlindungan tenaga kerja. Ia menyebut dukungan masyarakat dan berbagai pihak menjadi modal penting dalam menjalankan visi Kota Bahagia sejak dirinya bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Almosyah dilantik.

 

“Alhamdulillah kita mendapatkan begitu banyak dukungan berbagai pihak dalam upaya mewujudkan Kota Jambi yang Bahagia. Ini merupakan komitmen dan kesungguhan saya bersama Pak Diza sejak dilantik hingga hari ini,” ujar Maulana saat menyampaikan amanat pada peringatan HUT Kota Jambi ke-80 dan Hari Jadi Tanah Pilih Pusako Betuah ke-625 di Lapangan Kantor Wali Kota Jambi, Senin (18/5).

 

Di tengah berbagai tantangan pembangunan kota, Pemerintah Kota Jambi mencatat sejumlah capaian yang disebut sebagai indikator meningkatnya kualitas pelayanan dan tata kelola pemerintahan. Sepanjang 2025, Pemkot Jambi berhasil meraih 36 penghargaan tingkat regional, nasional hingga internasional. Sementara memasuki 2026 hingga Mei ini, sebanyak 13 penghargaan kembali diraih.

 

“Capaian ini adalah wujud kesungguhan dalam perjalanan untuk kemajuan Tanah Pilih ini,” kata Maulana.

Tak hanya menyoroti penghargaan, Pemkot Jambi juga mulai memperluas program perlindungan sosial melalui Kartu Bahagia. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah penambahan penerima BPJS Ketenagakerjaan yang dibiayai APBD. Program itu menyasar kelompok masyarakat yang selama ini aktif melayani lingkungan, namun belum memiliki perlindungan kerja memadai.

Sekretaris RT, penjaga rumah ibadah, pengurus tempat ibadah, tenaga pengajar agama hingga petugas operasional berbasis masyarakat menjadi kelompok yang diprioritaskan dalam program tersebut. Pemerintah menargetkan penambahan 7.760 penerima baru sehingga total penerima BPJS Ketenagakerjaan yang dibiayai APBD meningkat menjadi 14.740 orang.

 

Selain perlindungan tenaga kerja, sektor pendidikan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah Kota Jambi menyiapkan 3.000 beasiswa bagi siswa kurang mampu tingkat SD dan SMP sebagai upaya memastikan anak-anak dari keluarga sederhana tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan dengan baik.

Maulana menilai pembangunan kota tidak cukup hanya berorientasi pada infrastruktur fisik. Menurutnya, keberhasilan pembangunan juga harus terlihat dari meningkatnya rasa aman, nyaman dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, berbagai program sosial yang langsung menyentuh warga akan terus diperluas dalam beberapa tahun ke depan.

 

Di usia ke-80 ini, Kota Jambi tampaknya ingin bergerak dengan wajah pembangunan yang lebih dekat dengan masyarakat. Dari perlindungan sosial, pendidikan hingga penguatan program berbasis lingkungan, konsep Kota Bahagia kini mulai diarahkan menjadi identitas baru pembangunan Kota Jambi ke depan.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *