Jambi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus memperkuat digitalisasi layanan, serta mendorong transparansi dalam membangun kepercayaan masyarakat. Kali ini, melalui launching gerakan penertiban kotak amal melalui barcode scan amal menuju kota Jambi Bahagia.
Launching dilaksanakan, pada Selasa siang (28/04/2026), bertempat di Lobby Grha Siginjai Kantor Wali Kota Jambi, yang secara langsung dilakukan oleh Wali Kota Dr. dr. H. Maulana, M.K.M,.
Langkah ini merupakan upaya strategis dari Pemerintah Kota Jambi, melalui Dinas Sosial bekerjasama dengan Satgaswil Densus 88 untuk mengoptimalkan pengumpulan uang dan barang dari masyarakat dalam beramal agar tepat sasaran.
Dalam mekanisme pemakaian, scan amal legal telah memiliki tampilan nama, mulai dari ada atau tidaknya yayasan, hingga masa berlaku yang dapat di scan melalui kode barcode yang telah terlampir, sehingga memberikan rasa nyaman dan keamanan bagi masyarakat dalam memberikan sumbangan.
Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana mengapresiasi ide dan gagasan ini. Menurutnya, langkah ini diambil agar masyarakat dalam beramal dapat dilakukan secara transparan dan legal.
“Ini adalah upaya kita bersama untuk lebih memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam beramal, karena di Kota Jambi ini telah banyak kotak amal yang tidak resmi,” ucapnya.
“Menindaklanjuti hal itu, saya juga sudah berkonsultasi bersama pihak Kasi Trantib Kecamatan dan Kelurahan, serta Sat Pol PP untuk menertibkan,” lanjutnya.
Ia menyebutkan, peluncuran sistem beramal melalui scan barcode ini agar kedermawanan masyarakat Kota Jambi tidak disalahgunakan oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab.
“Jadi lebih baik memberikan bantuan terhadap lembaga resmi, seperti Baznas dan Masjid, kecuali kotak amal itu telah ada izin dan didata melalui Dinas Sosial,” sebutnya.
Kedepan, kata Maulana, seluruh kotak amal di Kota Jambi secara bertahap akan dilengkapi dengan barcode.
“Ini adalah langkah awal sebagai upaya penertiban. Nanti, mulai dari Rumah Makan, Restoran, dan apapun yang dititipkan kotak amal harus scan barcode dan diawasi dengan ketat,” katanya.
Selain itu, Wali Kota Jambi juga menyoroti potensi adanya kecurangan dalam sistem barcode ini yang dapat dinikmati untuk kepentingan pribadi.
“Potensi itu ada, jika ditemukan akan langsung ditindak tegas sesuai regulasi,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut dari launching ini, Pemerintah Kota Jambi akan mensosialisasikannya kepada masyarakat.
“Pastikan ada barcode nya. Jika ditemukan ada kotak amal yang tidak resmi tolong dilaporkan, agar uangnya bisa benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan sosial,” pungkas Wali Kota Maulana.
Sementara itu, mewakili Kepala Satgas Densus 88, AKP. Helmi Muhtarom mengapresiasi penerapan scan amal melalui kode barcode ini. Menurutnya, sinergi harus terus terjaga dalam memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, khususnya dalam berbuat baik.
“Kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi dan Densus bukan hanya kali ini dilakukan, namun telah banyak kegiatan yang kita lakukan bersama. Salah satunya dalam retreat Ketua RT se-Kota Jambi,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan, bahwa peluncuran sistem beramal melalui scan barcode ini merupakan implementasi Asta Cita Presiden RI. Yaitu dalam memperkokoh Ideologi Pancasila dan UUD 1945, serta Hak Asasi Manusia (HAM).
“Jadi kami mengucapkan apresiasi yang luar biasa atas jalinan sinergi yang terbangun bersama Pemkot Jambi,” singkatnya.
Dalam launching ini, turut dilakukan penyerahan bantuan santunan terhadap ahli waris korban hanyut arus banjir sebesar Rp. 15.000.000,- kepada ahli wari Alm Aisyah Zoerlida.
Dikesempatan ini, turut dihadiri Sekretaris Daerah Kota Jambi Drs. H. A Ridwan, M, Si, beserta jajaran dilingkungan Pemkot Jambi, pimpinan organisasi keagamaan, kemasyarakatan dan kemahasiswaan, hingga forum Panti Asuhan dan sejumlah Ketua RT di Kota Jambi.
Berita Terkait
Maulana Memimpin Rapat Evaluasi Realisasi APBD OPD Tahun Anggaran 2026. JAMBI – Memasuki semester kedua Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kota Jambi mulai menggenjot percepatan realisasi belanja daerah agar mampu menggerakkan perekonomian sekaligus memastikan seluruh program pembangunan selesai tepat waktu. Langkah itu ditegaskan Wali Kota Jambi Maulana saat memimpin evaluasi realisasi APBD bersama seluruh kepala OPD dan camat di Aula Bappeda Kota Jambi, Senin (6/7). Menurut Maulana, hingga awal Juli realisasi belanja daerah telah mendekati 50 persen, sedangkan pendapatan dari sektor pajak sudah mencapai sekitar 53 persen. Capaian tersebut dinilai masih sesuai dengan target, namun seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kecepatan pelaksanaan program agar manfaat APBD segera dirasakan masyarakat. “Belanja pemerintah harus menjadi stimulus ekonomi. Karena itu saya minta seluruh OPD mempercepat pelaksanaan kegiatan yang memang sudah siap dieksekusi,” ujar Maulana. Dalam evaluasi tersebut, Pemkot menemukan masih adanya ketimpangan antara progres pekerjaan di lapangan dengan pencairan anggaran. Sejumlah kegiatan telah selesai atau sedang berjalan secara fisik, tetapi realisasi keuangannya belum mengikuti perkembangan tersebut. Kondisi itu dinilai dapat menghambat perputaran anggaran yang seharusnya mampu mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Karena itu, Maulana meminta seluruh OPD segera menuntaskan proses administrasi agar penyerapan anggaran berjalan seiring dengan progres pekerjaan. Selain belanja, pemerintah juga mengevaluasi kinerja pendapatan daerah. Meski penerimaan pajak menunjukkan perkembangan positif, realisasi retribusi masih menghadapi tantangan akibat perubahan regulasi yang membuat sejumlah objek retribusi tidak lagi dapat dipungut. Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Jambi membentuk tim khusus yang bertugas merumuskan strategi optimalisasi pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat, sekaligus memastikan belanja pemerintah lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Maulana menegaskan hasil evaluasi pertengahan tahun ini akan menjadi acuan penting dalam penyusunan APBD 2027. Ia juga menetapkan evaluasi lanjutan pada akhir Agustus sebagai momentum mengukur percepatan yang telah dilakukan masing-masing OPD. “Kalau kita evaluasi lebih awal, masih ada waktu melakukan perbaikan. Jangan menunggu akhir tahun karena ruang untuk mengejar target sudah sangat terbatas,” katanya. Dengan percepatan realisasi APBD tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap belanja daerah tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pembangunan, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi daerah
Maulana Menerima Audensi Bersama Konsul jenderal Republik Tiongkok Membahas Kerja sama Antar Dua Negara. JAMBI, – Hubungan antara Kota Jambi dan Tiongkok berpotensi memasuki fase yang lebih luas. Tidak lagi terbatas pada sektor kesehatan, kerja sama yang selama ini terjalin dengan Kota Guangzhou kini diarahkan untuk menyentuh bidang teknologi, pendidikan, pariwisata hingga peningkatan kapasitas aparatur. Hal itu mengemuka saat Wali Kota Jambi Maulana menerima kunjungan kehormatan Konsul Jenderal Tiongkok, Mr. Kuang, di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (25/6). Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi, Kepala Dinas Pariwisata, serta jajaran Bagian Kerja Sama Pemerintah Kota Jambi. Maulana mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan yang selama ini telah dibangun antara Kota Jambi dan Guangzhou. Salah satu kerja sama yang telah berjalan adalah pengembangan layanan telemedicine di bidang kesehatan. “Selama ini saya sudah berkolaborasi dengan wali kota Guangzhou dan Pemerintah Kota Guangzhou sehingga kita bekerja sama dalam hal telemedicine di bidang kesehatan. Sudah beberapa tenaga kesehatan kita mendapat pelatihan tentang pengembangan telemedicine di Guangzhou,” ujar Maulana. Menurutnya, Konsul Jenderal Tiongkok menawarkan dukungan untuk meningkatkan level kerja sama ke sektor yang lebih luas. Selain kesehatan, peluang kolaborasi terbuka di bidang teknologi, pelatihan aparatur pemerintah, pendidikan, hingga pengembangan pariwisata. Salah satu topik yang menarik perhatian dalam pertemuan tersebut adalah sejarah besar Candi Muaro Jambi yang memiliki keterkaitan dengan peradaban Tiongkok. Maulana menjelaskan bahwa kisah Biksu Satyakirti dan Biksu I-Tsing menjadi jembatan sejarah yang dapat memperkuat hubungan kedua wilayah. “Beliau sangat tertarik dengan sejarah peradaban Candi Muaro Jambi, di mana Biksu Satyakirti menjadi guru dari I-Tsing. I-Tsing belajar sekitar 10 hingga 12 tahun di Candi Muaro Jambi sebelum kemudian menyebarkan ajaran Buddha ke Tiongkok. Karena itu beliau ingin meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata,” katanya. Bagi Pemerintah Kota Jambi, sektor pariwisata dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Kehadiran wisatawan tidak hanya menggerakkan sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain pariwisata, peluang kerja sama pendidikan juga menjadi pembahasan utama. Pemerintah Tiongkok menawarkan kolaborasi pengembangan pendidikan bahasa Mandarin, bahasa Inggris, hingga berbagai program akademik melalui kemitraan antara perguruan tinggi di Tiongkok dan institusi pendidikan tinggi di Indonesia. “Beliau juga menawarkan kolaborasi yang sangat baik di bidang pendidikan, baik pendidikan bahasa maupun bidang lainnya dengan melibatkan beberapa perguruan tinggi di Tiongkok untuk meningkatkan pertukaran pelajar dan kerja sama akademik,” ungkap Maulana. Sementara itu, Konsul Jenderal Tiongkok, Mr. Kuang, mengaku terkesan dengan Kota Jambi yang menurutnya memiliki potensi besar untuk berkembang melalui kerja sama internasional. Kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertamanya datang ke Jambi. “Saya sangat senang datang ke Jambi. Ini pertama kali saya datang ke Jambi yang indah. Saya sangat senang bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan Pak Wali Kota. Pertemuan ini sangat bermanfaat dan sangat baik,” ujar Mr. Kuang. Ia menilai hubungan sejarah yang telah terjalin sejak ratusan bahkan lebih dari seribu tahun lalu menjadi fondasi kuat bagi kedua pihak untuk membangun kerja sama yang lebih konkret di masa depan. “Seperti yang disebutkan Pak Wali Kota, Tiongkok dan Jambi memiliki sejarah kerja sama yang sangat panjang. Itu menjadi landasan yang sangat kuat untuk menjalankan kerja sama kedua pihak,” katanya. Mr. Kuang juga menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat Kota Jambi yang dinilainya ramah dan terbuka. Bahkan, ia menyatakan kesediaannya untuk ikut mempromosikan potensi Kota Jambi kepada berbagai pihak di Tiongkok. “Saya melihat Kota Jambi sangat indah dan masyarakatnya sangat ramah. Saya bersedia menjadi bagian dalam mempromosikan potensi Jambi, baik di bidang ekonomi, pariwisata, teknologi maupun kerja sama lainnya,” ujarnya. Pertemuan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan Jambi dan Tiongkok tidak lagi hanya berbicara tentang nota kesepahaman. Fokus berikutnya adalah menerjemahkan berbagai peluang yang ada menjadi program nyata yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, memperkuat daya saing daerah, dan membuka pintu investasi serta pertukaran pengetahuan di masa depan.
Post Views: 63