JAMBI – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) belum terlihat kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional di Kota Jambi.
Perlu diketahui bahwa harga BBM non subsidi yang mengalami kenaikan cukup signifikan yakni Pertamax Turbo menjadi Rp19.400 per liter atau naik Rp6.300, Dexlite menjadi Rp23.600 per liter naik Rp9.400. serta Pertamina Dex menjadi Rp23.900 per liter atau naik Rp9.400.
Sementara itu, sejumlah BBM lainnya tidak mengalami perubahan harga, di antaranya Pertamax Green Rp12.900 per liter, Pertamax Rp12.300 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Bio Solar subsidi Rp6.800 per liter.
Walikota Jambi Maulana mengatakan pihaknya saat ini terus memantau dampak kenaikan BBM non subsidi terhadap harga bahan pokok di pasaran melalui Dinas Perdagangan Kota Jambi.
Menurutnya, kenaikan harga BBM berpotensi memicu inflasi, meskipun hingga saat ini belum terlihat adanya kenaikan signifikan pada harga kebutuhan pokok masyarakat.
“Sejauh ini belum ada kenaikan. Kemungkinan karena masih baru naik,”kata Maulana saat diwawancarai di Gedung DPRD Kota Jambi, Senin (20/04/2026).
Ia menegaskan bahwa kenaikan harga BBM non subsidi merupakan kebijakan nasional yang harus didukung oleh pemerintah daerah. Namun demikian, Pemkot Jambi tetap berupaya menjaga stabilitas harga di daerah.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memperkuat kerja sama dengan daerah lain guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar.
“Kita akan berupaya bekerja sama dengan daerah lain untuk menjaga ketersediaan bahan pokok, sehingga harga tidak melonjak terlalu jauh,” pungkasnya.














