Berita  

Wali Kota Jambi Takziah ke Keluarga Paris, Bocah Korban Tenggelam di Sungai

banner 468x60

 

 

banner 325x300

 

Wali Kota Jambi Takziah ke Keluarga Paris, Bocah Korban Tenggelam di Sungai

 

JAMBI – Wali Kota Jambi Maulana melakukan takziah ke kediaman almarhum Paris (10), bocah yang meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Buntung, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi. Senin (19/1/2026).

 

Takziah dilakukan Wali Kota Maulana bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi, sebagai bentuk belasungkawa dan kepedulian Pemerintah Kota Jambi terhadap keluarga korban.

 

Dalam kesempatan tersebut, Maulana menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa keluarga almarhum Paris, yang diketahui merupakan seorang anak yatim piatu dan selama ini diasuh oleh kakek dan neneknya.

 

Maulana juga meninjau langsung kondisi rumah tempat tinggal almarhum yang dinilai masih sangat sederhana dan layak mendapatkan bantuan bedah rumah.

 

Namun demikian, bantuan bedah rumah tersebut belum dapat direalisasikan lantaran terkendala status kepemilikan lahan yang diketahui masih berstatus menumpang.

 

“Secara kondisi rumah sangat layak untuk dibantu, namun saat ini masih terkendala status lahan. Ini akan kami carikan solusi ke depan,” kata Maulana.

 

Sebagai bentuk perhatian, Pemerintah Kota Jambi melalui Baznas menyerahkan bantuan sosial berupa uang tunai sebesar Rp2,5 juta serta bantuan bahan pokok kepada keluarga yang ditinggalkan.

 

Selain itu, Wali Kota Maulana juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Jambi, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap anak-anak di tengah cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan yang masih tinggi.

 

Ia meminta agar anak-anak tidak dibiarkan bermain di sungai, selokan, maupun genangan air lainnya karena berisiko terseret arus dan tenggelam.

 

“Peran orang tua sangat penting untuk mengawasi anak-anak, terutama saat musim hujan seperti sekarang,” ujarnya.

 

Tak hanya itu, Maulana juga meminta Dinas Pendidikan Kota Jambi untuk memberikan imbauan melalui pihak sekolah dan para guru agar mengedukasi siswa tentang bahaya bermain di aliran air.

 

Menurutnya, edukasi sejak dini penting agar pesan keselamatan dapat dipahami dan diingat oleh anak-anak.

 

Seperti diketahui, Paris ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di bawah jembatan Sungai Buntung pada Jumat (17/1/2026) lalu.

 

 

 

 

 

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *