JAMBI – Urgensi Bawang merah merupakan komoditas sayuran yang banyak mengandung vitamin dan mineral, sehingga sangat dibutuhkan masyarakat baik sebagai bumbu masakan, bahan obat, dan mendapat prioritas sebagai komoditas unggulan nasional.
Salah satu focus kebijakan dan program yang ingin dicapai Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat adalah pengembangan komoditas bawang merah diluar pulau Jawa.
Berdasarkan data statistik menunjukkan bahwa produktivitas bawang merah pada tahun 2023 secara nasional adalah10,72 ton ha-1 sedangkan di Provinsi Jambi baru mencapai 8,64 ton ha-1.
Beberapa penyebab rendahnya produktivitas tersebut sebagai akibat tidak tercapainya pertumbuhan tanaman yang optimum, antara lain ditunjukkan dengan terjadinya kering bagian ujung daun yang dapat menyebabkan proses fotosintesis tidak berjalan maksimal.
Penyebab terjadinya kering ujung daun tersebut diduga akibat intensitas Cahaya dan suhu yang tinggi di wilayah dataran rendah.
Upaya untuk mengatasi kerusakan daun tersebut maka perlu dilakukan penelitian mengenai penggunaan naungan untuk mengurangi intensitas cahaya,dan penggunaan zat pengatur tumbuh Sitokinin berupa Bensil Adenin Purin (BAP) yang mampu menunda penuaan daun dan meningkatkan ketahanan tanaman bawang merah terhadap cekaman lingkungan akibat tingginya suhu dan intensitas cahaya.
Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui pengaruh interaksi antara penggunaan naungan (intensitas cahaya) dan konsentrasi sitokinin terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah;
(2) untuk mendapatkan tingkat naungan (intensitas cahaya) dan konsentrasi Sitokinin yang memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah terbaik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
(1) Pengaruh interaksi penggunaan naungan dan konsentrasi sitokinin ditunjukkan oleh penurunan jumlah ujung daun kering;
(2) Secara faktor tunggal penggunaan naungan maupun konsentrasi sitokinin berpengaruh terhadap hampir semua variabel yang diamati yaitu mampu meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, kadar klorofil daun, bobot kering tajuk, bobot umbi per rumpun, jumlah umbi per rumpun, dan diameter umbi. Sedangkan kadar gula total daun dan jumlah ujung daun kering mengalami penurunan dan ;
(3) Secara keseluruhan aplikasi naungan 35 % dan konsentrasi sitokinin 200 ppm mampu memberikan pertumbuhan dan hasil umbi bawang merah tertinggi.
Luaran yang telah dicapai dari hasil penelitian ini berupa:
(1) teknologi tepat guna untuk peningkatan produktivitas tanaman bawang merah di provinsi Jambi khususnya di dataran rendah;
(2) publikasi artikel ilmiah di jurnal terindeks dikti atau bereputasi.;
(3) Presentasi pada seminar nasional dan (4) HKI.












