Berita  

“Galeri Alam Abadi” Hidupkan Kembali Warisan Prasejarah Bukit Bulan ke Panggung Modern

banner 468x60

JAMBI – Jejak tangan manusia purba dari Bukit Bulan, Kabupaten Sarolangun, kembali menyapa dunia modern melalui pameran bertajuk “Galeri Alam Abadi: Warisan Masa Lalu di Bukit Bulan”. Bertempat di Gedung SSL Hexagonal Arkeologi Universitas Jambi, pameran ini menjadi ruang pertemuan antara sains, seni, dan budaya yang menggugah kesadaran publik akan nilai sejarah.

 

banner 325x300

Selama dua hari penyelenggaraan, 8–9 Oktober 2025, suasana ruang pamer berubah menjadi jendela waktu yang membawa pengunjung menembus ribuan tahun ke masa lalu. Melalui deretan dokumentasi lukisan cadas (rock art) Bukit Bulan, kawasan karst yang menyimpan gambar prasejarah, pengunjung disuguhi potret kehidupan manusia purba yang sarat makna spiritual dan ekologis.

 

Ketua Panitia, Kurnia Sandi, menjelaskan bahwa pameran ini tidak hanya bertujuan menampilkan artefak masa lalu, tetapi juga menghidupkan kembali kebanggaan budaya dan potensi ekonomi kreatif berbasis sejarah lokal.

 

“Kami ingin Bukit Bulan menjadi simbol kebangkitan budaya Jambi. Dari warisan ini, kita bisa menggali inspirasi untuk melahirkan karya baru di bidang seni dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

 

Pameran Galeri Alam Abadi dikemas dengan pendekatan edukatif dan interaktif. Di salah satu zona, pengunjung, terutama pelajar dan mahasiswa, dapat mencoba menggambar menggunakan pigmen alami, seperti halnya manusia prasejarah. Aktivitas ini menciptakan suasana belajar yang seru dan membuka ruang dialog antara generasi muda dengan sejarah bangsanya.

 

Antusiasme publik terlihat jelas. Ratusan pengunjung dari berbagai kalangan memenuhi ruangan sejak hari pertama. Mahasiswa arkeologi yang bertugas sebagai pemandu menjelaskan detail setiap motif lukisan batu, menjadikan setiap dinding bukan sekadar pajangan, tetapi narasi hidup tentang manusia dan alam.

 

“Pelestarian budaya hanya akan bermakna jika masyarakat ikut merasa memiliki. Ketika mereka terlibat, warisan ini akan terus bernapas,” tutur Kurnia.

 

Pameran ini sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara riset, seni, dan partisipasi publik dalam menjaga warisan budaya. Galeri Alam Abadi membuktikan bahwa sejarah bisa dihadirkan dengan cara yang kreatif dan inspiratif, bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupkan kembali di tengah dunia modern.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *