Jambi – Muliakan hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bersama pengurus Masjid Raya Magatsari Pasar Jambi dan masyarakat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi Wassallam 1447 Hijriah/2025 Miladiyah.
Peringatan Maulid yang digelar tepat pada tanggal 12 Rabiul Awwal (Kamis malam 4/9/2025) di Masjid Raya Magatsari Pasar Jambi itu dihadiri langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., beserta jajaran Pejabat Utama, Kepala OPD, Camat hingga Lurah dilingkup Pemkot Jambi.
Selain itu juga tampak hadir Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp. OG., Ketua Pengurus Masjid Raya Magatsari KH. Yahya H. A. Qadir beserta para pengurus, unsur Kemenag Kota Jambi, MUI, Baznas, DMI, BKMT, serta masyarakat dari berbagai Masjid, Majelis Taklim, Madrasah, hingga Pondok Pesantren dalam wilayah Kota Jambi.
Miladirrosul yang mengusung tema “Mari Dekatkan Diri Kita pada Sosok Pribadi Baginda Nabi Besar Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa Sallam yang penuh dengan Uswatun Hasanah” itu, diawali dengan pembacaan Sirah Nabi dari kitab Maulid Ad-Diba’i. Peringatan Maulid yang khidmat ini menghadirkan dua penceramah, yakni Al-Habib Muchtar Husin Bin Abdullah Aljufri, Lc., dari Jakarta dan Ustadz Gus Muhammad Fuad Abdul Wafi (Gus Wafi) dari Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi dokter Maulana, mengajak seluruh masyarakat Kota Jambi untuk menjadikan momentum peringatan kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sebagai ajang memperkuat keimanan dan kecintaan kepada Rasulullah.
“Mari kita maknai peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ini dengan meneladani akhlak beliau yang penuh dengan uswatun hasanah (teladan yang sempurna), baik dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, maupun dalam membangun Kota Jambi yang lebih baik,” ujarnya.
Wali Kota Maulana juga bersyukur dengan kondusifitas Kota Jambi dimana masyarakatnya menjunjung kebersamaan dalam persaudaraan, baik dalam bentuk ukhuwah Islamiyah, Wathoniyah maupun Ihsaniyah, yang merupakan modal utama dalam mencapai kesuksesan pembangunan.
“Alhamdulillah, saat ini kota Jambi selalu terjaga dengan ukhuwah yang terus terpelihara. Tidak ada untungnya sukses dalam pembangunan tetapi tidak aman dan tidak saling menjaga persaudaraan. Dalam momentum Maulid Nabi ini, kembali Saya ingatkan, mari kita contoh Rasulullah yang menjaga kedamaian, diantaranya adalah bagaimana baginda Nabi Besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyatukan kaum Muhajirin dan kaum Anshor melalui Piagam Madinah yang berisi perjanjian antara Nabi Muhammad dengan berbagai suku dan kaum di Madinah, termasuk kaum Muslim dan Yahudi untuk hidup berdampingan rukun dan damai,” tambahnya.
Wali Kota Maulana juga menekankan, pentingnya menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dengan memperbanyak membaca shalawat dalam keseharian. Hal ini diyakininya akan menghadirkan banyak keberkahan bagi masyarakat.
“Kepada para jamaah, mari kita terus memperbanyak shalawat sebagai ungkapan rasa cinta kepada Rasulullah, sehingga tidak hanya kita mendapatkan berkah, namun juga dapat membangun Kota Jambi dengan kedamaian, persatuan dan persaudaraan,” ucapnya.
Dikesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan berbagai program prioritas Kota Jambi Bahagia yang telah berjalan. Terutama dalam konteks kesejahteraan bagi masyarakat, seperti Kartu Bahagia yang mengcover bidang kesehatan, pendidikan dan jaminan sosial.
“Selanjutnya adalah program Kota Tangguh yang saat ini diprioritaskan untuk mengatasi permasalahan banjir. Dan masih banyak lagi program lain yang sedang dan akan kita jalankan. Untuk itu, kami titip keamanan Kota Jambi kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan kota Jambi Bahagia,” tutur Wali Kota Maulana.
Dirinya berharap, peringatan Maulid Nabi, selain menambah wawasan dan pengetahuan agama, terutama berkenaan dengan perjuangan dan jihad Rasulullah dalam menegakkan satu-satunya agama yang diridhoi oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, juga dapat menambah kesejukan dan kedamaian di Kota Jambi.
“Atas nama Pemerintah Kota Jambi, Saya mengucapkan terima kasih kepada Pengurus Masjid Raya Magatsari, atas dilaksanakannya peringatan Maulid Nabi besar Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Semoga pelaksanaan Maulid Nabi ini, dapat meningkatkan ukhuwah kita sebagai sesama ummat Rasulullah yang cinta damai. Utamanya dalam menghadapi suasana yang beberapa hari terakhir ini bergejolak di berbagai daerah di Indonesia,” pungkas Wali Kota Jambi itu.
Sementara itu dalam tausiyahnya, kedua penceramah, baik Al-Habib Muchtar Husin Bin Abdullah Aljufri maupun Gus Wafi banyak menguraikan tentang perjalanan dakwah serta kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW. Keduanya senada dengan ajakan Wali Kota Jambi, mengingatkan umat agar senantiasa menguatkan tauhid, memperkokoh iman, dan meneladani akhlak Rasulullah yang menjadi uswatun hasanah bagi seluruh umat manusia.
Al-Habib Muchtar Husin Bin Abdullah Aljufri menekankan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam adalah teladan sempurna. Menurutnya, keberkahan hidup akan senantiasa diraih apabila umat benar-benar meneladani akhlak mulia beliau dalam setiap aspek kehidupan.
Sementara itu Gus Wafi menekankan, bahwa tujuan dari perayaan Maulid Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam adalah agar umat dapat mengupgrade diri dalam ibadah.
“Percuma kalau mengikuti berbagai kegiatan Maulid Nabi tapi tidak berefek apa-apa. Jangan sampai Al -Quran hanya menjadi pajangan dirumah. Karena ini adalah ciri-ciri orang yang paling merugi,” tekannya.
Gus Wafi juga menegaskan, bahwa inti dari peringatan Maulid Nabi bukan semata pada tausiyahnya, melainkan pada pembacaan Maulid atau sirah Nabi. Dimana dalamnya terkandung shalawat dan doa, yang apabila dibaca akan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah sekaligus mendatangkan keberkahan bagi siapa saja yang membacanya.
Pada momentum peringatan Maulid tersebut, juga turut dilakukan penyerahan bantuan hibah Pemerintah Kota Jambi untuk keperluan pengembangan sarana ibadah Masjid Raya Magatsari. Hibah Pemkot Jambi sebesar Rp. 35.000.000,- itu diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Jambi dokter Maulana kepada Ketua DKM Masjid Raya Magatsari Pasar Jambi, KH. Yahya H. A. Qadir.
Berita Terkait
Maulana Memimpin Rapat Evaluasi Realisasi APBD OPD Tahun Anggaran 2026. JAMBI – Memasuki semester kedua Tahun Anggaran 2026, Pemerintah Kota Jambi mulai menggenjot percepatan realisasi belanja daerah agar mampu menggerakkan perekonomian sekaligus memastikan seluruh program pembangunan selesai tepat waktu. Langkah itu ditegaskan Wali Kota Jambi Maulana saat memimpin evaluasi realisasi APBD bersama seluruh kepala OPD dan camat di Aula Bappeda Kota Jambi, Senin (6/7). Menurut Maulana, hingga awal Juli realisasi belanja daerah telah mendekati 50 persen, sedangkan pendapatan dari sektor pajak sudah mencapai sekitar 53 persen. Capaian tersebut dinilai masih sesuai dengan target, namun seluruh perangkat daerah diminta meningkatkan kecepatan pelaksanaan program agar manfaat APBD segera dirasakan masyarakat. “Belanja pemerintah harus menjadi stimulus ekonomi. Karena itu saya minta seluruh OPD mempercepat pelaksanaan kegiatan yang memang sudah siap dieksekusi,” ujar Maulana. Dalam evaluasi tersebut, Pemkot menemukan masih adanya ketimpangan antara progres pekerjaan di lapangan dengan pencairan anggaran. Sejumlah kegiatan telah selesai atau sedang berjalan secara fisik, tetapi realisasi keuangannya belum mengikuti perkembangan tersebut. Kondisi itu dinilai dapat menghambat perputaran anggaran yang seharusnya mampu mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Karena itu, Maulana meminta seluruh OPD segera menuntaskan proses administrasi agar penyerapan anggaran berjalan seiring dengan progres pekerjaan. Selain belanja, pemerintah juga mengevaluasi kinerja pendapatan daerah. Meski penerimaan pajak menunjukkan perkembangan positif, realisasi retribusi masih menghadapi tantangan akibat perubahan regulasi yang membuat sejumlah objek retribusi tidak lagi dapat dipungut. Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Jambi membentuk tim khusus yang bertugas merumuskan strategi optimalisasi pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat, sekaligus memastikan belanja pemerintah lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran. Maulana menegaskan hasil evaluasi pertengahan tahun ini akan menjadi acuan penting dalam penyusunan APBD 2027. Ia juga menetapkan evaluasi lanjutan pada akhir Agustus sebagai momentum mengukur percepatan yang telah dilakukan masing-masing OPD. “Kalau kita evaluasi lebih awal, masih ada waktu melakukan perbaikan. Jangan menunggu akhir tahun karena ruang untuk mengejar target sudah sangat terbatas,” katanya. Dengan percepatan realisasi APBD tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap belanja daerah tidak hanya terserap secara administratif, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap pembangunan, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi daerah
Maulana Menerima Audensi Bersama Konsul jenderal Republik Tiongkok Membahas Kerja sama Antar Dua Negara. JAMBI, – Hubungan antara Kota Jambi dan Tiongkok berpotensi memasuki fase yang lebih luas. Tidak lagi terbatas pada sektor kesehatan, kerja sama yang selama ini terjalin dengan Kota Guangzhou kini diarahkan untuk menyentuh bidang teknologi, pendidikan, pariwisata hingga peningkatan kapasitas aparatur. Hal itu mengemuka saat Wali Kota Jambi Maulana menerima kunjungan kehormatan Konsul Jenderal Tiongkok, Mr. Kuang, di Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Kamis (25/6). Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi, Kepala Dinas Pariwisata, serta jajaran Bagian Kerja Sama Pemerintah Kota Jambi. Maulana mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan yang selama ini telah dibangun antara Kota Jambi dan Guangzhou. Salah satu kerja sama yang telah berjalan adalah pengembangan layanan telemedicine di bidang kesehatan. “Selama ini saya sudah berkolaborasi dengan wali kota Guangzhou dan Pemerintah Kota Guangzhou sehingga kita bekerja sama dalam hal telemedicine di bidang kesehatan. Sudah beberapa tenaga kesehatan kita mendapat pelatihan tentang pengembangan telemedicine di Guangzhou,” ujar Maulana. Menurutnya, Konsul Jenderal Tiongkok menawarkan dukungan untuk meningkatkan level kerja sama ke sektor yang lebih luas. Selain kesehatan, peluang kolaborasi terbuka di bidang teknologi, pelatihan aparatur pemerintah, pendidikan, hingga pengembangan pariwisata. Salah satu topik yang menarik perhatian dalam pertemuan tersebut adalah sejarah besar Candi Muaro Jambi yang memiliki keterkaitan dengan peradaban Tiongkok. Maulana menjelaskan bahwa kisah Biksu Satyakirti dan Biksu I-Tsing menjadi jembatan sejarah yang dapat memperkuat hubungan kedua wilayah. “Beliau sangat tertarik dengan sejarah peradaban Candi Muaro Jambi, di mana Biksu Satyakirti menjadi guru dari I-Tsing. I-Tsing belajar sekitar 10 hingga 12 tahun di Candi Muaro Jambi sebelum kemudian menyebarkan ajaran Buddha ke Tiongkok. Karena itu beliau ingin meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata,” katanya. Bagi Pemerintah Kota Jambi, sektor pariwisata dinilai memiliki dampak ekonomi yang luas. Kehadiran wisatawan tidak hanya menggerakkan sektor perhotelan dan transportasi, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain pariwisata, peluang kerja sama pendidikan juga menjadi pembahasan utama. Pemerintah Tiongkok menawarkan kolaborasi pengembangan pendidikan bahasa Mandarin, bahasa Inggris, hingga berbagai program akademik melalui kemitraan antara perguruan tinggi di Tiongkok dan institusi pendidikan tinggi di Indonesia. “Beliau juga menawarkan kolaborasi yang sangat baik di bidang pendidikan, baik pendidikan bahasa maupun bidang lainnya dengan melibatkan beberapa perguruan tinggi di Tiongkok untuk meningkatkan pertukaran pelajar dan kerja sama akademik,” ungkap Maulana. Sementara itu, Konsul Jenderal Tiongkok, Mr. Kuang, mengaku terkesan dengan Kota Jambi yang menurutnya memiliki potensi besar untuk berkembang melalui kerja sama internasional. Kunjungan tersebut merupakan pengalaman pertamanya datang ke Jambi. “Saya sangat senang datang ke Jambi. Ini pertama kali saya datang ke Jambi yang indah. Saya sangat senang bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan Pak Wali Kota. Pertemuan ini sangat bermanfaat dan sangat baik,” ujar Mr. Kuang. Ia menilai hubungan sejarah yang telah terjalin sejak ratusan bahkan lebih dari seribu tahun lalu menjadi fondasi kuat bagi kedua pihak untuk membangun kerja sama yang lebih konkret di masa depan. “Seperti yang disebutkan Pak Wali Kota, Tiongkok dan Jambi memiliki sejarah kerja sama yang sangat panjang. Itu menjadi landasan yang sangat kuat untuk menjalankan kerja sama kedua pihak,” katanya. Mr. Kuang juga menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat Kota Jambi yang dinilainya ramah dan terbuka. Bahkan, ia menyatakan kesediaannya untuk ikut mempromosikan potensi Kota Jambi kepada berbagai pihak di Tiongkok. “Saya melihat Kota Jambi sangat indah dan masyarakatnya sangat ramah. Saya bersedia menjadi bagian dalam mempromosikan potensi Jambi, baik di bidang ekonomi, pariwisata, teknologi maupun kerja sama lainnya,” ujarnya. Pertemuan tersebut menjadi sinyal bahwa hubungan Jambi dan Tiongkok tidak lagi hanya berbicara tentang nota kesepahaman. Fokus berikutnya adalah menerjemahkan berbagai peluang yang ada menjadi program nyata yang mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, memperkuat daya saing daerah, dan membuka pintu investasi serta pertukaran pengetahuan di masa depan.
Post Views: 152